
Epidemiolog: 3T saat PPKM Darurat perlu diperkuat

Purwokerto (ANTARA) - Ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo menilai penerapan praktik 3T, yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment), selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat harus diperkuat lagi.
"Perlu diulang kembali bahwa PPKM Darurat harus diiringi praktik 3T, implementasi di lapangan harus dimaksimalkan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.
Dia menambahkan selain praktik 3T, prosedur dan pengaturan isolasi mandiri atau karantina mandiri juga harus menjadi perhatian khusus. "Mobilitas penduduk, termasuk juga di tingkat lokal, harus dibatasi secara ketat," katanya.
Dia menambahkan, satgas COVID-19 di tingkat daerah juga perlu menggencarkan upaya antisipasi terhadap meningkatnya potensi transmisi lokal.
Baca juga: Pemerintah perkuat 3T dan vaksinasi di masa PPKM Darurat
"Yang dikhawatirkan adalah transmisi lokal mengalami peningkatan, sehingga mobilitas di level mikro harus diperketat lagi, hingga tingkat desa," katanya.
Dia menambahkan akses masuk bagi pendatang dari luar kota juga harus benar-benar diperketat lagi.
"Jika implementasi di lapangan makin kuat, maka diharapkan pelaksanaan PPKM Darurat akan berjalan efektif," katanya.
Sebelumnya dia juga mengatakan bahwa peningkatan kapasitas 3T perlu diperkuat di level mikro, guna menekan risiko penularan dan penyebaran COVID-19 dan mendukung suksesnya PPKM Darurat.
Dia juga mengingatkan perlunya kerja sama lintas sektor guna menyukseskan pelaksanaan PPKM Darurat.
"Agar kebijakan PPKM Darurat ini berjalan optimal, sangat dibutuhkan kerja sama semua lintas sektor dan dukungan sumber daya yang harus berkelanjutan," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa saat ini masih sangat diperlukan keterlibatan masyarakat dengan penuh kesadaran bahwa pandemi COVID-19 adalah nyata dan sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang masuk kelompok risiko tinggi.
"Untuk antisipasi lonjakan kasus, terlebih lagi pada saat ini terdapat kasus varian baru, yakni varian delta, maka upaya antisipasi dan disiplin protokol kesehatan harus terus diperkuat," katanya.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
