
BPBD Temanggung perkuat sinergi dengan basecamp pendakian cegah karhutla

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memperkuat koordinasi dengan pengelola basecamp pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau dan peningkatan aktivitas pendakian pada masa liburan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Jawa Tengah, Senin, menyebutkan koordinasi dengan pengelola basecamp telah rutin dilakukan, terutama menjelang musim kemarau ketika risiko kebakaran hutan meningkat.
Selain memberikan pelayanan kepada para pendaki, pengelola basecamp juga diminta lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan perlengkapan sebelum pendaki memulai perjalanan.
"Kami sering berkoordinasi dengan teman-teman basecamp di tiga gunung tersebut. Saat musim liburan seperti sekarang, pendakian diperkirakan akan meningkat sehingga pengawasan perlu diperkuat," katanya.
Salah satu fokus utama upaya pencegahan karhutla, katanya, dengan memberikan imbauan kepada para pendaki agar tidak membuat api unggun selama di kawasan gunung.
Jika dalam kondisi darurat api unggun harus dibuat, pendaki diminta mengawasi secara ketat dan memastikan api padam setelah digunakan.
"Kami sudah menyampaikan kepada teman-teman basecamp untuk terus mengingatkan pendaki agar tidak membuat api unggun di atas gunung. Kalau pun terpaksa harus membuat api unggun karena kondisi darurat, harus diawasi dan dipadamkan kembali agar tidak memicu kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Para pendaki juga diimbau membawa perlengkapan memadai untuk menghadapi suhu dingin di kawasan pegunungan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung lebih dingin sering kali menjadi alasan pendaki membuat api unggun, sehingga kesiapan perlengkapan menjadi hal penting.
BPBD Temanggung juga telah menyiapkan dukungan sarana penanganan kebakaran di kawasan pegunungan. Pada 2024, BPBD menerima bantuan lima pompa air berkapasitas besar, 10 pompa kecil, serta selang pemadam dengan panjang total sekitar 90 meter.
Ia mengatakan peralatan tersebut telah didistribusikan melalui skema pinjam pakai kepada pengelola basecamp dan relawan di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu.
Dengan penempatan alat di lokasi, kata dia, penanganan awal kebakaran dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi insiden.
"Alat-alat tersebut sudah berada di wilayah Sumbing, Sindoro, dan Prahu. Jadi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, peralatan sudah tersedia di lokasi dan bisa segera dimanfaatkan untuk penanganan awal," katanya.
Baca juga: BPBD Temanggung tingkatkan kewaspadaan hadapi potensi kemarau panjang
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
