Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung di Provinsi Jawa Tengah mengimbau warga mewaspadai potensi bencana tanah longsor pada Januari 2021, selama masa puncak musim hujan.
Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei di Temanggung, Jumat, mengatakan bahwa kejadian bencana tanah longsor cenderung meningkat sejak awal Januari.
"Hampir setiap hari ada kejadian tanah longsor, bahkan bisa mencapai lima sampai enam kejadian dalam satu hari," katanya.
Baca juga: Pascalongsor, jalur Magelang-Boyolali via Sawangan normal kembali
Sejak awal hingga pertengahan Januari 2021, menurut dia, ada sekitar 70 sampai 80 kejadian tanah longsor di wilayah Kabupaten Temanggung.
Dwi mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama.
Ia mengemukakan bahwa wilayah Temanggung berbukit-bukit sehingga tanah longsor rawan terjadi.
Selama tahun 2020 Kabupaten Temanggung menghadapi 117 kejadian tanah longsor, paling banyak di wilayah Kecamatan Kaloran (17 kejadian) disusul Kecamatan Pringsurat (14 kejadian).
BPBD Temanggung, menurut Dwi, sudah mengajukan permintaan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk membangun konstruksi pencegah tanah longsor.
Baca juga: Satu orang tewas tertimpa longsor di Sawangan Magelang
Baca juga: Empat kecamatan di Pekalongan rawan longsor, warga diminta tingkatkan kewaspadaan