Angin kencang tumbangkan puluhan pohon di Banyumas

id Angin kencang, pohon tumbang, kabupaten banyumas

Angin kencang tumbangkan puluhan pohon di Banyumas

Sebatang pohon di seberang Pengadilan Negeri Banyumas tumbang sehingga menutup ruas jalan nasional Purwokerto-Yogyakarta, Jumat (3/1/2020). ANTARA/HO-Kecamatan Banyumas

Banyumas (ANTARA) - Puluhan pohon tumbang saat terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat siang.

"Kayaknya bukan puting beliung, tapi angin ribut, kencang sekali. Ada sekitar 20 pohon berusia tua yang tumbang, juga ada dua baliho yang roboh, salah satunya berukuran sangat besar sehingga menutup ruas jalan nasional," kata Camat Banyumas Ahmad Suryanto saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Baca juga: Hujan deras disertai angin kencang landa Jepara, dua rumah tertimpa pohon tumbang

Ia mengatakan sebagian pohon yang tumbang itu berada di sekitar Alun-Alun Banyumas dan di tepi ruas jalan nasional Purwokerto-Yogyakarta.

Menurut dia, kejadian tersebut sempat memacetkan arus kendaraan yang melintas di ruas jalan nasional itu sehingga arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif.

"Namun sore ini, arus lalu lintas sudah mulai normal karena pohon yang tumbang maupun baliho yang roboh hingga menutup ruas jalan nasional telah dievakuasi oleh petugas gabungan," katanya.

Selain mengakibatkan pohon tumbang dan baliho roboh, kata dia, angin kencang juga memporakporandakan tenda pedagang kaki lima di arena pasar malam yang berada di sisi timur Alun-Alun Banyumas.

Baca juga: Cek kondisi atap rumah secara berkala

Kendati demikian, dia mengatakan kejadian angin kencang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tadi memang ada beberapa sepeda motor yang tertimpa pohon tumbang, tapi enggak apa-apa," katanya.

Menurut dia, pihaknya masih mendata rumah warga yang kemungkinan mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan di Jawa Tengah hingga tanggal 4 Januari 2020.

"Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG Ahmad Yani, Semarang, ancaman potensi bencana hidrometeorologis pada permulaan tahun 2020 masih belum surut.

Peningkatan intensitas curah hujan dengan durasi waktu yang lebih lama di sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan terjadi beberapa hari ke depan, sehingga perlu kewaspadaan bagi masyarakat akan potensi dampak lainnya berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," katanya di Cilacap, Kamis (2/1).

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan peningkatan curah hujan pada tanggal 3 Januari 2020 berpotensi terjadi di pantura barat sisi selatan (Brebes, Tegal, dan Pemalang bagian Selatan), pegunungan tengah (Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Batang, Kendal bagian selatan, dan Magelang), wilayah Solo Raya (terutama Boyolali dan Karanganyar), serta Jateng selatan (Cilacap, Purworejo dan Kebumen).

Sementara pada tanggal 4 Januari 2020, peningkatan intensitas hujan berpotensi terjadi di pantura barat sisi selatan (Brebes, Tegal, dan Pemalang bagian selatan), pegunungan tengah (Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Batang, Kendal bagian selatan, dan Magelang), wilayah Solo Raya (terutama Boyolali dan Karanganyar), Jateng selatan (Cilacap, Purworejo, dan Kebumen), serta Jateng bagian timur (sisi barat Gunung Muria).

Baca juga: Angin kencang Boyolali robohkan tiang listrik
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar