Logo Header Antaranews Jateng

Antisipasi kebakaran, 23 pengusaha di Kudus ikuti pelatihan pemadaman kebakaran

Kamis, 3 Oktober 2019 15:24 WIB
Image Print
Seorang anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencoba memadamkan api di dalam tong di halaman Satpol PP Kudus, Kamis (3/10/2019). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Sebanyak 23 pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran untuk antisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di lingkungan tempat usaha mereka maupun tempat tinggalnya masing-masing, Kamis.

Pelatihan pemadaman kebakaran digelar di halaman Satpol PP Kudus dengan menghadirkan instruktur dari tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kudus setempat.

Menurut Ketua HIPMI Kudus Ali Esmanto di Kudus, Kamis, kegiatan ini dalam rangka memberikan edukasi kepada para pelaku usaha yang tergabung di dalam HIPMI Kudus tentang tata cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran di lingkungannya serta hal-hal yang perlu diantisipasi agar tidak terjadi kebakaran.

Baca juga: Ganjar minta sukarelawan antisipasi kemunculan titik api di Gunung Merbabu

Beberapa pekan terakhir, kata dia, kebakaran berulang kali terjadi sepanjang musim kemarau panjang seperti sekarang, mulai dari tempat tinggal hingga gudang tempat usaha.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada antisipasi, salah satunya dengan memberikan bekal pengetahuan tentang tata cara memadamkan api, sehingga ketika terjadi kebakaran bisa diminimalkan dampaknya.

"Kami juga mengetahui nomor telepon pemadam kebakaran yang bisa dihubungi segera ketika terjadi kebakaran," ujarnya.

Adapun pelaku usaha yang diundang untuk mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran, kata dia, ada 26 orang yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil di bidang makanan dan minuman.

Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kudus Rinardi Budianto menyambut positif diadakannya sosialisasi dan pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran bagi anggota HIPMI.

Apalagi, lanjut dia, mereka merupakan pemilik usaha sehingga perlu mendapatkan edukasi tentang tata cara pemadaman kebakaran serta hal-hal yang perlu diantisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Materi yang diberikan, di antaranya mulai dari regulasi pemadaman, tata cara pencegahan pemadaman, hingga cara penggunaan alat pemadaman kebakaran.

"Tempat usaha mereka tentunya tidak jauh-jauh dari sumber api sehingga materi tentang pencegahan dan penanganan pemadaman kebakaran tentunya sangat tepat dipahami," ujarnya.

Masing-masing anggota HIPMI, mendapatkan kesempatan mencoba memadamkan api di dalam tong menggunakan karung goni yang terlebih dahulu direndam di dalam air.

Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (apar), termasuk diberikan materi tentang perawatan apar.

Baca juga: Antisipasi kebakaran hutan, pengawasan pendakian Sindoro-Sumbing diperketat
Baca juga: Damkar Surakarta antisipasi kebakaran rumah
Baca juga: Perhutani bersama Kodam IV/Diponegoro antisipasi kebakaran hutan



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026