Logo Header Antaranews Jateng

Cuaca Buruk, Pengusaha Kapal Ikan Rugi Puluhan Juta

Kamis, 28 Februari 2013 15:17 WIB
Image Print
Ilustrasi kapal penangkap ikan (FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/tom/13)

"Hingga saat ini ada sekitar 100 kapal pencari ikan tuna asal Cilacap yang belum bisa beraktivitas normal. Kapal-kapal itu sudah lebih dari 12 hari di lautan," kata seorang pengurus Asosiasi Pengusaha Kapal Ikan (APKI) Cilacap Sanpo di Cilacap, Kamis.

Ia menjelaskan kapal-kapal pencari tuna itu berlindung di pulau-pulau kecil yang tersebar di perairan selatan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, hingga perairan barat Sumatra karena tinggi gelombang masih mencapai kisaran 5-6 meter.

Ia mengatakan anak buah kapal (ABK) lebih memilih berlindung karena gelombang yang setinggi 5-6 meter itu sangat berbahaya.

Oleh karena tidak bisa beraktivitas mencari ikan, kata dia, pengusaha kapal ikan menderita kerugian hingga Rp36 juta per unit.

"Biaya operasional kapal setiap harinya mencapai Rp3 juta per unit, termasuk biaya makan ABK dan BBM (bahan bakar minyak. Kapal-kapal itu sudah lebih dari 12 hari di lautan, sehingga kerugiannya mencapai Rp36 juta per unit," kata dia.

Ia mengatakan setiap kapal jenis "longline" yang berbobot di atas 30 gross tonage (GT) dalam kondis normal mampu mendapat tangkapan ikan tuna sekitar 20 ton per bulan.

Ia mengatakan harga ikan tuna berkisar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Dengan demikian, kata dia, setiap kapal "longline" bisa menghasilkan Rp1,6 miliar per bulan.

"Akan tetapi dengan cuaca buruk ini, kami justru merugi hingga Rp36 juta per unit, karena kapal-kapal itu telah 12 hari di laut tanpa bisa menangkap ikan," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026