Jawa Tengah tandatangani 10 kerja sama investasi dengan Rusia

id kerja sama Jateng Rusia,Indonesia Rusia Business Forum

Jawa Tengah tandatangani 10 kerja sama investasi dengan Rusia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyaksikan kerja sama antara delegasi Jateng dengan Rusia pada Indonesia-Rusia Business Forum di Moscow. (Foto:Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Delegasi Provinsi Jawa Tengah yang menghadiri acara Indonesia-Rusia Business Forum di Moscow menandatangani 10 perjanjian kerja sama di bidang investasi dan perdagangan dengan pemerintah Rusia.

Dalam keterangan pers yang diterima Antara di Semarang, Jumat, penandatanganan perjanjian kerja sama antara pengusaha asal Jateng dengan perwakilan pemerintah Rusia itu dilaksanakan di Rits Carlton Hotel Moscow.

Untuk kerja sama dagang, Rusia sepakat akan mengimpor berbagai produk dari Jateng seperti produk kapsul jamu senilai 5 juta dolar AS, produk karagenan dan jelly  55.000 dolar AS, produk mebel 1 juta dolar AS.

Rusia juga memesan produk gula merah organik senilai total 100.000 dolar AS, dan produk kerajinan bambu senilai 6.000 dolar AS.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memimpin delegasi Indonesia-Rusia Business Forum mengatakan bahwa penandatanganan 10 perjanjian kerja sama ini tidak mengejutkan karena Jateng saat ini punya daya saing tertinggi di Indonesia.

Selain situasi wilayah yang kondusif dan ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah kompetitif, Jateng juga mempunyai berbagai kemudahan investasi seperti pelayanan perizinan terpadu, reformasi peraturan perizinan dengan sistem "online".

"Kemarin kita dapat peringkat pertama pada investment award oleh pemerintah pusat,” kata Ganjar.

Baca juga: Kerja sama "sister province" Jateng dengan Queensland diperpanjang

Pencatatan ekspor di Moscow, lanjut Ganjar, memperkuat ekspor Jateng ke Rusia yang nilainya cenderung naik, dimana lada 2017 tercatat sebesar 23 juta Dolar Amerika naik menjadi 30 juta Dolar Amerika pada 2018.

Komoditas ekspor yang paling banyak diminati Rusia selama ini yakni pakaian jadi bukan rajutan, alas kaki, kayu dan barang dari kayu, barang rajutan, dan perabot penerangan.

Ganjar berharap selama festival yang berlangsung hingga 4 Agustus 2019 ini semakin banyak produk Jateng yang bisa dijual di Negeri Beruang Merah.

"Ada banyak produk kita yang berkualitas dan menarik seperti kacang, kopi, furnitur, gula merah organik, biskuit dan makanan ringan, batik lurik dan lainnya, kita berharap semakin laris dan meningkat ekspornya," ujarnya.

Forum bisnis ini merupakan rangkaian Festival Indonesia Moscow yang digelar setiap tahun berupa pameran produk dan kebudayaan yang menyedot ribuan pengunjung dan pengusaha Rusia.

Meski bukan termasuk delegasi dengan personil terbanyak, namun promosi investasi dan perdagangan Jateng sangat efektif.

Selain berhasil mencatatkan kerja sama ekspor, Jateng juga dilirik investasi di bidang industri dan infrastruktur diantaranya dari PT Asia Starch International dan PT Dredolf Indonesia untuk Investasi Industri Starch Terintegrasi senilai 1 milyar Euro.

Kemudian dari Evrascon juga berminat menjajaki investasi infrastruktur di Jateng seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.

Baca juga: Pemprov Jateng jajaki kerja sama dengan Suriname
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar