BPBD Cilacap kehabisan anggaran bantuan air bersih

id BPBD Cilacap, bantuan air bersih,kekeringan

BPBD Cilacap kehabisan anggaran bantuan air bersih

Petugas BPBD Kabupaten Cilacap saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung. (Foto: Dok. BPBD Cilacap)

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kehabisan anggaran bantuan air bersih dan saat ini masih menunggu penetapan APBD Perubahan Tahun 2019, kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.

"Pada APBD induk, kami mendapat alokasi bantuan air bersih sebanyak 110 tangki namun sekarang sudah habis tersalurkan untuk membantu warga yang membutuhkan," katanya di Cilacap, Rabu.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam APBD Perubahan 2019 telah mengalokasikan anggaran bantuan air bersih sebesar Rp25 juta atau setara dengan 50 tangki.

Akan tetapi, anggaran sebesar Rp25 juta tersebut belum bisa dicairkan karena masih menunggu penetapan APBD Perubahan Tahun 2019 oleh DPRD Kabupaten Cilacap.

Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat yang mengalami kekeringan agar tidak khawatir karena pihaknya tetap siap menyalurkan bantuan air bersih.

Baca juga: Meluas, 16 desa di Banjarnegara alami kekeringan

"Dunia usaha yang ada di Cilacap termasuk sejumlah instansi dan organisasi telah siap membantu penyaluran air bersih. Bahkan, bantuan air bersih dari mereka juga telah kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Lebih lanjut, Tri Komara mengatakan berdasarkan rekapitulasi hingga tanggal 30 Juli 2019, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 136 tangki, baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap maupun program pertanggungjawaban sosial dari dunia usaha.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut disalurkan untuk 13.460 keluarga yang terdiri atas 40.301 jiwa di 32 desa dari 14 kecamatan.

"Sejumlah 14 kecamatan yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau tersebut adalah Kampung Laut, Bantarsari, Patimuan, Kawunganten, Gandrungmangu, Jeruklegi, Karangpucung, Cimanggu, Kesugihan, Cipari, Sidareja, Adipala, Kroya, dan Wanareja," katanya.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kabupaten Cilacap berlangsung pada bulan Juli-Agustus.*

Baca juga: ACT bantu air bersih di Solo dan sekitarnya
Baca juga: Bank Jateng bantu 20 tangki air bersih di Temanggung
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar