Usai aniaya dua anaknya, Totok Suroso coba bunuh diri

id Polisi Sukoharjo, sidik kasus ayah aniaya dua anaknya,penganiayaan sukoharjo

Usai aniaya dua anaknya, Totok Suroso coba bunuh diri

Rumah terduga pelaku penganiayaan, Totok Suroso (45), dalam konidis tertutup kosong di Dukuh Pandak RT 02 /RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Rabu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Sukoharjo (ANTARA) - Satuan Reskrim Polres Sukoharjo masih melakukan penyidikan kasus seorang ayah yang menganiaya dua anaknya di Dukuh Pandak RT 02 /RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Satuan Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya, di Sukoharjo, Rabu, mengatakan, pihaknya belum bisa menetapkan tersangkanya, karena kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dilakukan penyidikan dengan meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti lain.

Seorang ayah yakni Totok Suroso (45) warga Dukuh Pandak RT 02 /RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah nekat menganiaya dua anaknya dengan cara mengikat lehernya ke atas kayu bagian atap rumahnya, pada Selasa (25/6).

Dua anak yang menjadi korban penganiayaan tersebut, yakni Alfia (19) dan JF (12). Terduga pelaku selesai melakukan penganiayaan kedua anaknya kemudian mencoba bunuh diri menggunakan pisau dapur. Namun, ayah korban dapat diselamatkan warga setempat.

Baca juga: Dianiaya ibu kandung, bayi 2,5 tahun tewas di Batang

Kondisi kedua anak yang menjadi korban penganiayaan tersebut lemas kemudian dibawa warga ke Rumah Sakit Kustati Solo. Ayah dan anak pertama dibawa ke RS Kustati, sedangkan anak kedua hanya luka ringan pada bagian leher rawat jalan.

"Perkara sudah tahap penyidikan, sementara kami masih melakukan pemeriksaan saksi dan melengkapi alat bukti yang lain. Selain itu, kami juga menunggu kondisi kesehatan terduga pelaku membaik, karena hingga Rabu pagi ini, direncanakan akan dilaksanakan operasi," katanya.

Menurut Kapolsek Polokarto Polres Sukoharjo AKP Aris Dwi Handoko peristiwa tersebut bermula saat warga mendengar teriakan anak minta tolong di dalam rumah Suroso pada Selasa (25/6), sekitar pukul 07.30 WIB. Warga mendekati rumah itu, tetapi kondisi pintu terkunci dari dalam.

Warga berinisiatif mendobrak pintu rumah dan kaget melihat dua anak dan Suroso terikat tali pada bagian lehernya menggantung di kayu atap dalam rumah. Ketiganya dalam kondisi lemas diturunkan oleh warga. Tak lama kemudian, Suroso terbangun dan melarikan diri membawa pisau lalu menusukkannya ke perut sendiri.

"Dalam kondisi bersimbah darah warga menolong Suroso untuk dibawa ke RS Kuatati, Solo. Ketiganya dapat diselamatkan, tetapi Suroso dan anak pertamanya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

Baca juga: Polisi amankan rekaman CCTV terkait penganiayaan pasien RSJ
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar