Budi daya lele di ember, murah dan berfaedah

id pemkab kudus, perkenalkan, budidaya lele, dengan kolam ember

Budi daya lele di ember, murah dan berfaedah

Ember yang disulap menjadi kolam ikan lele yang merupakan terobosan baru dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuat terobosan baru untuk menjawab keterbatasan lahan dalam melakukan budidaya ikan dengan memperkenalkan kolam ikan lele mini dengan menggunakan ember.

"Kolam ikan mini tersebut untuk menjawab keterbatasan lahan masyarakat, terutama warga yang berada di kompleks perumahan yang tertarik budidaya ikan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto di Kudus, Selasa.

Ia berharap terobosan baru tersebut bisa diterapkan masyarakat karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa ditempatkan di sejumlah lokasi.

Pembuatan kolam ikan menggunakan ember, katanya, juga sangat mudah diaplikasikan karena cukup membeli ember berdiameter 60-an sentimeter dengan ketinggian sekitar 60-an cm.

Biaya pembuatan kolam ember termasuk pembelian benih lele dan sayuran sekitar Rp160.000. 

Di atas ember akan dibuatkan pot bunga memanfaatkan gelas bekas air mineral atau lainnya yang bisa menampung sayuran jenis kangkung atau lainnya sebagai pemanis kolam.
 
Jumlah bibit ikan lele yang bisa ditebar berkisar 50-an ekor dan saat panen bisa menghasilkan 5 kilogram ikan.

"Sayurannya bisa dijadikan bahan lalapan," ujarnya. Jadi, katanya, selain berbiaya murah juga berfaedah untuk menambah gizi keluarga.

Dengan terobosan baru tersebut, kata dia, selain mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya ikan, juga bisa meningkatkan tingkat konsumsi ikan di masyarakat.

Ia berharap dukungan pemerintah desa untuk mempromosikan terobosan baru kolam ikan menggunakan ember karena biayanya sangat murah dan bisa meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Kudus.

Istri Wakil Bupati Kudus Mawar Hartopo juga menyatakan minatnya untuk ikut menyosialisasikannya kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

"Ketika disosialisasikan kepada masyarakat, saya minta pendampingan Dinas Pertanian dan Pangan dengan narasumber penyuluh perikanan," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar