PT Sido Muncul serius garap pasar ekspor

id Sido muncul, ekspor

PT Sido Muncul serius garap pasar ekspor

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Perusahaan industri jamu dan farmasi PT Sido Muncul Tbk serius menggarap pasar ekspor, salah satunya ke negara Filipina yang sudah dilakukan selama lima bulan terakhir.

"Potensi pasar ekspor di Filipina cukup besar, bahkan lebih baik dibandingkan pemasaran Sido Muncul di Indonesia," kata Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat di Solo, Sabtu.

Khusus untuk Filipina, pihaknya melibatkan putra mantan Presiden Corazon Aquino, Kris Aquino. Meski demikian, ia enggan menyampaikan angka ekspor produk Sido Muncul.

Selain Filipina, pihaknya juga tengah menggarap pasar ekspor di negara lain seperti Jepang. Meski demikian, dikatakannya, untuk pengiriman di Jepang biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi sehingga belum menjadi prioritas bagi Sido Muncul.

"Oleh karena itu, kami juga mencoba memasarkan produk ke Korea Selatan. Jepang itu biayanya tinggi, makanya kami mengalihkan ke Korea. Akhir bulan ini kami juga akan mencoba pemasaran ke Vietnam," katanya. 

Sementara itu, untuk pemasaran ke luar benua Asia, dikatakannya, sudah dilakukan ke Australia, Nigeria, dan Amerika. Untuk pasar tersebut, pihaknya tidak mendistribusikan secara langsung namun produk Sido Muncul bisa ditemukan di Asia Market.

Mengenai kemungkinan produksi ke luar negeri, ia mengatakan bukan hal yang mudah dilakukan karena bukan hanya pabrik yang dibutuhkan tetapi juga laboratorium.

"Lagi pula Sido Muncul bukanlah industri makanan atau minuman yang membutuhkan lokasi yang dekat sehingga masih mudah jika tetap diproduksi di Indonesia," katanya.

Atas kiprahnya di dunia kewirausahaan, Irwan sendiri pada Jumat (15/3) berhasil memperoleh penghargaan di bidang industri dan kewirausahaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ia berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi pengusaha muda untuk mengikuti jejaknya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar