BMKG: Fenomena super snow moon dapat dinikmati dari Banjarnegara

id bmkg banjarnegara

BMKG: Fenomena super snow moon dapat dinikmati dari Banjarnegara

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie (kanan) (dok. pribadi) (dok. pribadi/)

Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Stasiun Geofisika Banjarnegara menginformasikan bahwa fenomena "super snow moon" dapat diamati pada hari selasa (19/2) malam dari seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Banjarnegara.

"Malam ini masyarakat bisa menikmati fenomena bulan purnama super. Supernya karena bulan purnama tampak lebih besar dari biasanya," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Selasa.

Dia mengatakan, fenomena supermoon tersebut merupakan yang kedua untuk tahun ini dan yang paling besar.

"Fenomena super snow moon merupakan peristiwa alam ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dari bumi (perigee), dimana posisi bulan akan berada dalam jarak kurang lebih 356,761 kilometer dari bumi," katanya.

Jika cuaca cerah, kata dia, fenomena tersebut dapat diamati masyarakat secara langsung.

"Bisa dinikmati dengan mata telanjang dan akan tampak lebih jelas apabila menggunakan perangkat teleskop karena bulan diperkirakan akan terlihat lebih besar sekitar 14 persen dari ukuran biasanya," katanya.  Fenomena astronomi super snow moon, tambah dia, diperkirakan akan memengaruhi pola pasang maksimum air laut di indonesia, khususnya di pesisir Utara Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Untuk itu, kata dia, BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga terkait potensi dampak yang mungkin terjadi.

"BMKG kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena tersebut, khususnya potensi terganggunya transportasi disekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan. Jika membutuhkan pemuktahiran informasi tekait peringatan dini masyarakat dapat menghubungi kantor BMKG terdekat," katanya.

Dengan memahami adanya sumber-sumber potensi kebencanaan di wilayah setempat, kata dia, masyarakat bisa mengetahui dan memperkuat upaya mitigasi bencana minimal untuk diri sendiri.

"Menggali informasi secara mandiri dari sumber yang terpercaya (BMKG, red) merupakan langkah yang paling tepat sehingga kita dapat terhindar dari hoaks dan bahkan bisa mengedukasi sesama yang lain," katanya.

 


 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar