Huawei bantah digunakan sebagai mata-mata

id huawei,Ren Zhengfei ,pemerintah China

Huawei bantah digunakan sebagai mata-mata

Lambang Huawei di kantor Huawei Indonesia di Jakarta, Selasa (11/12/2018). (ANTARA News/Arindra Meodia)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Pendiri Huawei Ren Zhengfei menolak tuduhan perusahaan tersebut digunakan pemerintah China sebagai mata-mata.

Huawei, diberitakan Reuters, "tidak pernah mendapat permintaan dari pemerintahan mana pun untuk memberikan informasi yang tidak patut".

"Saya tetap cinta negara saya, saya mendukung partai Komunis, tapi, saya tidak akan pernah melakukan apa pun yang membahayakan negara mana pun," kata Ren.

Ren dalam wawancara tersebut juga menyatakan dia merindukan anak perempuannya, Meng Wangzhou. Meng Wangzhou, kepala finansial Huawei, ditangkap di Kanada atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

Dia dituduh memberikan informasi yang tidak benar pada bank mengenai peran Huawei terhadap perusahaan yang beroperasi di Iran.

Huawei sejak beberapa waktu lalu dicurigai negara barat karena dianggap menjadi kaki tangan pemerintah China. Amerika Serikat melarang perangkat dari Huawei digunakan di negara tersebut.

Hingga saat ini belum ada bukti yang diungkap ke publik mengenai tuduhan tersebut dan Huawei terus membantah tuduhan tersebut.

Huawei membantah tuduhan digunakan pemerintah sebagai mata-mata, menyatakan "tidak ada undang-undang di China yang meminta perusahaan untuk memasang backdoor (yang dicurigai digunakan untuk memata-matai) wajib".

Huawei juga menyatakan mereka tidak memiliki masalah keamanan yang serius.

Dia juga meyakinkan bahwa Huawei tidak akan diblokir oleh sejumlah negara untuk jaringan 5G.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar