Logo Header Antaranews Jateng

Cilacap optimistis target 70 ribu hektare luas tanam tercapai

Jumat, 16 November 2018 11:02 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang petani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, mengolah sawahnya dengan menggunakan traktor roda dua sebagai persiapan menanam padi pada musim tanam pertama tahun 2018/2019. (Foto: Sumarwoto)

Cilacap (Antaranews Jateng) - Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, optimistis target luas tanam padi pada musim tanam pertama 2018/2019 dapat terealisasi, kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Cilacap Erma Syahyuni.

"Pada musim tanam pertama ini, kami menargetkan luas tanam padi di Kabupaten Cilacap mencapai kisaran 70 ribu hektare," katanya di Cilacap, Jumat.

Menurut dia, mundurnya musim tanam pertama 2018/2019 akibat musim hujan yang mundur tidak terlalu berdampak terhadap persiapan petani untuk menanam padi.

Ia mengatakan hal itu terbantu dengan luas tambah tanam pada persawahan yang berada di Daerah Irigasi (DI) Serayu karena saluran irigasinya sudah mulai dialiri air sejak tanggal 15 September 2018.

Dalam hal ini, kata dia, luas area persawahan di Kabupaten Cilacap yang menggunakan irigasi dari DI Serayu mencapai kisaran 15 ribu hektare.

"Otomatis walaupun (saat itu) belum ada hujan, petani di kecamatan-kecamatan yang pengairannya dari DI Serayu khususnya wilayah timur Kabupaten Cilacap sudah langsung ada pergerakan (mengolah sawah). Apalagi sekarang sudah mulai musim hujan, wilayah barat juga sudah bergerak semua," katanya.

Terkait dengan luasan tanam padi pada bulan November 2018, Erma mengatakan pihaknya menargetkan seluas 16 ribu hektare hingga 17 ribu hektare. "Insya Allah bisa tercapai," katanya.

Disinggung mengenai area persawahan siap tanam di Kecamatan Nusawungu yang terendam banjir, dia mengakui jika kondisi tersebut mengakibatkan masa tanam di wilayah itu sedikit mengalami kemunduran karena sebagian petani harus kembali mengulang persemaian benih.

"Namun diharapkan dengan curah hujan yang sudah mulai stabil bisa mulai melakukan persemaian lagi," katanya.

Sementara untuk ketersediaan pupuk, dia mengatakan tidak ada masalah karena sudah dialokasikan sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan petani.

Selain tanaman padi, kata dia, sebagian petani di Kabupaten Cilacap terutama petani lahan kering saat sekarang sudah mulai menanam kedelai dan jagung.

"Luas tanam kedelai pada musim tanam pertama 2018/2019 sekitar 1.600 hektare, sedangkan jagung sekitar 2.000 hektare," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026