Santri Jateng solid dukung Jokowi-Amin, kata Gus Yasin

id gus yasin

Santri Jateng solid dukung Jokowi-Amin, kata Gus Yasin

Taj Yasin Maimoen (Foto:Wisnu Adhi)

Semarang (Antaranews Jateng) - Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menegaskan bahwa para santri yang ada di Provinsi Jawa Tengah, solid dalam mendukung dan memenangkan pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Kiai Haji Ma`ruf Amin pada Pilpres 2019.

"Kita melanjutkan perjuangan di Jateng, dengan mendukung pasangan Capres Jokowi-Amin. Insya Allah para santri kita solid," kata salah satu pimpinan Santri Gayeng itu yang ditemui saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus PDI Perjuangan di Majapahit Convention, Semarang, Sabtu.

Gus Yasin menyebutkan jaringan para santri di 35 kabupaten/kota yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang, dan tergabung dalam Santri Gayeng akan kembali bergerak memenangkan pasangan capres bernomor urut 01.

Pada Pilgub Jawa Tengah 2018, Santri Gayeng ikut bergerak memenangkan pasangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen bersama berbagai elemen partai politik pendukung.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, Santri Gayeng mengadakan rapat koordinasi guna konsolidasi agar pasangan Capres Jokowi-Amin memenangi pilpres mendatang.

"Kita sudah kumpulkan Santri Gayeng yaitu dan mulai bergerak semua untuk memenangkan Pak Jokowi, bahkan pada hari ini pun mereka sudah bekerja, kita gerakkan semua," ujarnya.

Menanggapi pernyataan salah seorang pendukung pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Kiai Haji Maimoen Zubaer atau Mbah Moen meramal Prabowo yang akan memimpin Indonesia, Gus Yasin meminta kubu lawan tidak mendramatisasi.

"Memang ada pertemuan di Sarang, memang Pak Prabowo sowan ke Mbah Moen, tapi kami sendiri tidak tahu dan tidak mendengarkan secara langsung apakah Mbah Moen meramalkan hal itu secara langsung," kata salah seorang putra KH Maimoen Zubaer itu.

Apalagi, lanjut dia, disebutkan jika Prabowo juga diajak masuk ke kamar Mbah Moen yang sakral untuk berbicara empat mata.

"Benar kamar itu sakral, tapi kami sering masuk ke kamar beliau untuk menemani tanpa diminta oleh beliau sehingga tidak benar jika muncul informasi, kami putra-putranya tidak boleh masuk ke situ," ujarnya.

Gus Yasin secara tegas meminta kepada kubu lawan politik pasangan Capres Jokowi-Ma`ruf untuk bertindak secara "fair" dalam Pilpres 2019.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar