Dian Sastro kagumi sepak terjang Oka Antara selama berkarir

id Dian sastro kagumi sepak terjang oka antara,selama berkarir

Dian Sastro kagumi sepak terjang Oka Antara selama berkarir

Dian Sastrowardoyo di konferensi pers "Aruna dan Lidahnya", Jakarta, Kamis (31/5/2018) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Untuk pertama kalinya Dian Sastrowardoyo bisa beradu akting dengan Oka Antara, di mana sang aktris mengaku banyak belajar dari lawan mainnya di film “Aruna dan Lidahnya”. 

Dian mengaku mengagumi sepak terjang Oka selama berkarir dan sudah lama ingin belajar langsung padanya. Sebagai pekerja seni yang sama-sama sudah berkeluarga, interaksi dengan Oka juga diramaikan dengan perbincangan soal mengasuh anak.

“Obrolannya ‘bagaimana sih shooting sambil urusin anak? Siapa yang antar anak?’ Ada kayak exchanging tips bagaimana parenting,”  tutur Dian di konferensi pers “Aruna dan Lidahnya”, Jakarta, Kamis (31/5).

Baca juga: Aruna dan Lidahnya, perjalanan kuliner dan persahabatan

Dian dan suaminya Maulana Indraguna Sutowo dikaruniai seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan, sementara pernikahan Oka dengan Rara Wiritanaya dianugerahi tiga buah hati.

Dalam film yang diadaptasi lepas dari novel Laksmi Pamuntjak ini Dian berperan sebagai Aruna, ahli wabah pencinta makanan yang diminta menyelidiki kasus flu burung di berbagai tempat di Indonesia. Di tengah jalan dia bertemu dengan Farish (Oka Antara), mantan teman kantornya yang diam-diam memantau Aruna. 

Baca juga: Hannah Al Rashid berharap penonton lapar usai nonton "Aruna dan Lidahnya"

Gadis itu mengajak serta sahabatnya, Bono si koki profesional (Nicholas Saputra) juga Nad si kritikus kuliner (Hannah Al Rashid) karena mereka pergi sekaligus untuk mencicipi resep otentik kuliner Indonesia. Aruna, Bono dan Nad sama-sama menyukai makanan, sementara Farish hanya menganggap makanan untuk mengenyangkan perut semata.

Baca juga: Bono, sisi lain Nicholas Saputra

Oka, dalam video yang ditayangkan di konferensi pers, mengatakan sosok Farish berbanding terbalik dengan Aruna. Farish adalah pria kaku yang menjalankan sesuatu berdasarkan aturan, sementara Aruna lebih mengandalkan perasaan dan insting.

“Namun, di situlah dinamika mereka berdua, sangat menarik,” kata Oka.

Film yang disutradarai Edwin (Kara, Anak Sebatang Pohon; Babi Buta yang Ingin Terbang; Postcards from the Zoo; Posesif) dan skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena (Salawaku, Mengejar Matahari, D’Bijis) ini akan tayang pada September mendatang.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar