Logo Header Antaranews Jateng

Pembangunan Bendung Progopistan Temanggung Dipercepat

Kamis, 13 April 2017 15:34 WIB
Image Print
Bupati Temanggung Bambang Sukarno. Foto: kemenperin.go.id

Temanggung, ANTARA JATENG - Pembangunan Bendung Progopistan di Daerah Aliran Sungai Progo di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dipercepat dan diharapkan pada 2017 bisa mengairi sebagian lahan pertanian di beberapa desa.

"Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Temanggung sepakat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bendung Progopistan," kata Bupati Temanggung Bambang Sukarno di Temanggung, Kamis.

Bambang mengatakan kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat kordinasi yang dihadiri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Sumber Daya Air Pemprov Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak, dan anggota Komisi V DPR Sudjadi pada Rabu (12/4).

Ia menyebutkan proyek Bendung Progopistan dianggarkan Rp111 miliar dengan perincian Rp107 miliar untuk konstruksi dan Rp4,6 miliar untuk konsultan. Pembangunan berlangsung selama 840 hari kerja.

Ia menyebutkan Bendung Progopistan nantinya dapat mengairi 1.108 hektare lahan di delapan desa di Temanggung, yakni Jamasan, Jambon, Kalibanger, Rowo, Malebo, Gesing, Pare dan Tegowanuh.

Ia berharap dengan pembangunan Bendung Progopistan, lahan sawah di sepanjang irigasi dari bendung tersebut dapat panen tiga kali setahun.

"Kemarin ada perlambatan pembangunan bendung tersebut terkait dengan pembebasan lahan seluas satu hektare, kini dana sudah ada tinggal pembayaran. Nanti pengerjaanya menjadi dua setengah shift," katanya.

Ia menuturkan dalam koordinasi tersebut juga disepakati pembangunan Bendung Tingal yang akan dilaksanakan pada 2018. Bendung tingal nantinya bisa mengairi 1.135 hektare lahan pertanian di 11 desa yakni Geblok, Tegowanuh, Gondosuli, Klepu, Kemloko, Badran, Pare, Gandon, Pendowo, dan Sanggrahan.

Ia mengatakan pemerintah akan menganggarkan dana Rp200 miliar untuk pembangunan bendung tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi mengatakan selain pembangunan bendung juga disepakati pula untuk pembangunan Embung Cemoro seluas 1,5 hektare di Kecamatan Wonoboyo yang nantinya difungsikan untuk mengairi hortikultura di daerah tersebut saat musim kemarau.

Ia mengatakan pembangunan embung tersebut akan menggunakan lahan Perhutani dan desain telah ada sehingga tinggal pelaksanaan pembangunan.

Ia menuturkan Embung Soropadan yang belum dapat berfungsi akan diperbaiki pada 2017 sehingga bisa digunakan oleh masyarakat setempat.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026