
Temanggung siapkan 150 tangki air bersih untuk daerah kekeringan

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menambah dana untuk penyaluran air bersih di daerah kekeringan pada musim kemarau 2026, dari semula 50 tangki menjadi sekitar 150 tangki.
"Meskipun diharapkan dampaknya tidak terlalu signifikan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional, termasuk penambahan anggaran bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Senin.
Ia menjelaskan kenaikan harga BBM yang cukup signifikan turut mempengaruhi kemampuan operasional penanganan kekeringan. Selain itu, armada yang digunakan tidak dapat memanfaatkan BBM bersubsidi jenis biosolar, sehingga harus menggunakan BBM nonsubsidi dengan biaya yang lebih tinggi.
"Semoga kondisi kekeringan tidak berdampak signifikan. Namun demikian, kami sudah melakukan persiapan. Kenaikan harga BBM cukup besar dan kami tidak bisa menggunakan biosolar, sehingga tetap memakai BBM nonsubsidi. Hal itu otomatis mengurangi porsi anggaran yang tersedia," katanya.
Ia menyebutkan pada APBD 2026, pemerintah awalnya mengalokasikan anggaran setara kebutuhan sekitar 50 tangki BBM. Namun, setelah terjadi kenaikan harga BBM, kemampuan anggaran tersebut turun menjadi sekitar 20 tangki saja.
Melihat kondisi tersebut, katanya, pemerintah daerah kemudian mengusulkan tambahan anggaran melalui perubahan anggaran. Usulan tersebut disetujui, sehingga total kebutuhan BBM untuk penanganan kekeringan dapat ditingkatkan hingga setara sekitar 150 tangki tambahan.
"Awalnya anggaran hanya cukup untuk 50 tangki. Setelah ada kenaikan harga BBM, perhitungannya hanya mampu memenuhi sekitar 20 tangki. Karena pertimbangan itu, kami mengajukan tambahan anggaran pada perubahan anggaran dan alhamdulillah disetujui," katanya.
Dengan tambahan tersebut, katanya, total anggaran yang disiapkan untuk mendukung operasional penanganan kekeringan mencapai sekitar Rp200 juta.
Ia menuturkan hingga saat ini BPBD Kabupaten Temanggung belum ada permintaan distribusi air bersih dari masyarakat, namun kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan mulai terjadi.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
