
Tanggul Irigasi Selomerto Wonosobo Longsor

Penjabat Kepala Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Irma Nurul Fastikah, di Wonosobo, Senin, mengatakan tanggul irigasi tersebut jebol setelah tidak mampu menahan luapan air akibat hujan yang turun beberapa hari terakhir.
Ia menuturkan akibat jebolnya tanggul tersebut irigasi sepanjang 200 meter terputus dan mengganggu sistem pengairan untuk sekitar 64 hektare lahan sawah.
Ia mengatakan tebing setinggi hampir 10 meter dari permukaan jalan tersebut diketahui jebol pada Rabu malam (4/11).
"Sekitar pukul 22.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur Wonosobo, kami menerima laporan dari warga mengenai longsornya tanggul di Blok Blawong," katanya.
Ia mengatakan kondisi di lapangan memang sangat parah, karena tanggul tersebut sebenarnya sudah jebol untuk kali keempat setiap musim hujan tiba.
Atas pertimbangan keselamatan pengendara yang melintas di jalur utama Wonosobo-Banyumas tersebut, dia menginstruksikan agar beberapa pohon yang berada di tebing untuk ditebang, karena akibat longsor tersebut beberapa tanaman ambruk ke jalan dan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan HM Suharto.
Tindakan membersihkan area longsor di tanggul irigasi Blok Blawong tersebut dibenarkan oleh Camat Leksono, Abu Yamin.
Menurut Abu, potensi gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas akibat longsornya tanggul irigasi Blok Blawong memang cukup tinggi.
"Kami bahkan khawatir apabila material longsor tidak segera dipindahkan, sewaktu-waktu bisa menimpa jalan, terutama saat hujan deras," katanya.
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mengirim surat pemberitahuan dan permintaan pada pihak terkait agar secepatnya memperbaiki tanggul tersebut.
"Laporan kejadian telah kami kirim ke bupati dengan tembusan kepada dinas dan instansi terkait agar secepatnya diambil tindakan yang diperlukan," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
