
Pembangunan Pemecah Gelombang di Pekalongan Kembali Dilanjutkan

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan, Slamet Miftahudin di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pada proyek pembangunan "break water" tahap lanjutan ini, pemkot menganggarkan dana sekitar Rp2,9 miliar.
"Dana pembangunan proyek sebesar Rp2,9 miliar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015. Kami sudah memproses lelang proyek itu sehingga diharapkan pelaksanaanya bisa dimulai tepat waktu sesuai rencana," katanya.
Menurut dia, pemecah gelombang berupa "mega sand container" atau karung panjang yang diisi pasir ini, akan disambungkan pada "break water" yang sebelumnya telah terpasang di kawasan pesisisr pantai itu.
"Panjang pemecah gelombang yang dipasang adalah 680 meter. Lokasinya berada di Pantaisari Kecamatan Pekalongan Utara mulai dari depan Rumah Makan Wiroto memanjang ke timur hingga ke obyek wisata Pantai Pasir Kencana," katanya.
Ia mengatakan pemecah gelombang ini merupakan kelanjutan dari program pembangunan "break water" awal 2015 dengan tujuan untuk mencegah abrasi dan rob.
"Pemecah gelombang ini cukup efektif untuk mengurangi besarnya air gelombang laut yang menimpa sampai ke garis pantai," katanya.
Ia menambahkan pada tahap pertama pembangunan pemecah gelombang ini, pemkot telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk proyek yang sama.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
