
Taman kali Progo Diminati untuk Wisata Pancing

Berdasarkan pantauan di Temanggung, Sabtu, puluhan warga terlihat memancing di pinggir sungai di kawasan ruang terbuka hijau tersebut.
Kawasan bekas pasar hewan yang disulap menjadi ruang terbuka hijau tersebut kini dilengkapi dengan beberapa bangunan untuk istirahat dan warung sehingga semakin menarik untuk rekreasi.
Warga Kedu Temanggung, Andri (30) menuturkan kawasan di bawah Jembatan Progo ini sejak dulu sering digunakan untuk memancing. "dengan dibangunnya taman ini maka jumlah pengunjung untuk memancing di sini semakin meningkat," katanya.
Ia menuturkan sering memancing di kawasan tersebut bersama teman-temannya, terutama pada hari libur atau akhir pekan.
"Meskipun kadang tidak mendapatkan ikan, kami puas dan merasa segar bisa memancing di sini," katanya.
Guna menjaga populasi sungai, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung setiap tahun selalu menebar benih ikan di Sungai Progo.
Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung Muhammad Hadi mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya menebar 40.000 ekor benih ikan di Sungai Progo.
Penebaran benih ikan di perairan umum tersebut dipusatkan di lingkungan ruang terbuka hijau Sungai Progo.
Selain di Sungai Progo, kata Hadi, 38.800 ekor benih ikan ditebar di lima sungai lain, yakni Sungai Jambe, Sombeng, Tangrum, Gondang, dan Sungai Muncar.
Ia mengatakan tujuan penebaran benih ikan di perairan umum, yakni untuk melestarikan populasi ikan di perairan umum dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk melestarikan lingkungan perairan umum.
"Selain itu, untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan meningkatkan pendapatan nelayan perairan umum termasuk para pemancing," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
