Subsidi Pupuk Dipangkas, Petani Tak Terpengaruh
Selasa, 25 Februari 2014 15:25 WIB
Ilustrasi - Seorang petani menebar pupuk di persawahan Desa Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (9/3). FOTO ANTARA/Anis Efizudin/ss/pd/12
Kepala Seksi Produksi Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan Kota Pekalongan, Sobirin di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa ketersediaan pupuk di daerah setempat masih terjaga sehingga kebijakan pengurangan subsidi pupuk belum berpengaruhi terhadap para petani.
"Alokasi pupuk organik dan anorganik yang kami terima selama 2014 masih mencukupi kebutuhan para petani terhadap bahan penyubur tanaman tersebut," katanya.
Menurut dia, harga pupuk anorganik dan organik bersubsidi masih relatif wajar karena ketersediaan dan pasokan bahan penyubur tanaman itu belum sampai menimbulkan kelangkaan.
"Pada 2014, kami menerima alokasi pupuk organik jenis urea sebanyak 524 ton. Adapun alokasi setiap bulannya tergantung dari kebutuhan petani yang disesuaikan dengan musim tanam," katanya.
Ia mengatakan pada umumnya permintaan pupuk organik dan anorganik akan meningkat pada bulan April karena pada saat itu memasuki masa tanam.
Sebagai contoh, kata dia, pada Februari 2014 Pemkot Pekalongan menerima alokasi pupuk non-organik sebanyak 39 ton dan direncanakan Maret mendatang sekitar 67 ton , dan April sebanyak 103,25 ton.
"Adapun alokasi pupuk organik ini kami perkirakan relatif turun. Oleh karena itu, kami jamin ketersediaan pupuk cukup hingga akhir tahun," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Unsoed dampingi petani Serang olah kohe jadi pupuk ramah lingkungan
02 October 2025 6:02 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Daftar harga emas di Pegadaian hari ini, tembus angka Rp2,918 juta per gram
22 January 2026 8:20 WIB