SPG Rokok Ditemukan Tewas di Kamar Indekosnya
Senin, 20 Mei 2013 8:22 WIB
Ilustrasi (Grafis)
"Berdasarkan pemeriksaan sementara, kita temukan luka bekas senjata tajam di bagian leher korban," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan di Semarang, Minggu malam.
Saat diminta menjelaskan lebih lanjut terkait kasus pembunuhan SPG produk rokok tersebut, Elan tidak bersedia dengan alasan proses penyelidikan masih berjalan.
"Tunggu saja hasil penyelidikannya, saat ini petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Elan optimistis pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat korban dapat ditangkap dalam waktu tidak lama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga asli Kabupaten Jepara ditemukan tewas dengan posisi telentang di tempat tidur mengenakan kaos hitam dan celana pendek.
Kondisi kamar korban yang berada di lantai dua terlihat berantakan dan banyak terdapat ceceran darah yang sudah mengering di lantai.
Penjaga indekos, Budi Setyawan (20), mengatakan bahwa korban ditemukan tewas pada Minggu (19/5) pukul 21.00 WIB oleh kekasihnya.
"Tahu-tahu kekasih korban mendatangi saya dan mengatakan korban tewas setelah dia mendobrak pintu kamar indekos," kata warga Perumahan Tlogosari itu.
Budi mengaku sempat mendengar teriakan korban pada Minggu (19/5) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Setelah saya datangi korban menyahut dari dalam kamar dan mengatakan tidak apa-apa," ujarnya.
Hingga Senin (20/5) dini hari, anggota Resmob Polrestabes Semarang masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Sementara rekan-rekan korban juga terlihat mendatangi indekos milik dokter Joko Priyanto itu.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim gabungan berhasil amankan 451 bungkus rokok ilegal tanpa cukai Jepara
18 December 2025 20:16 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polisi periksa sembilan saksi kasus penembakan suami anggota DPRD Jateng di Pekalongan
17 February 2026 11:31 WIB
Polresta Banyumas sterilisasi kelenteng jelang Tahun Baru Imlek agar umat tenang
16 February 2026 21:08 WIB
Komjak pastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 selama hukum terus ditaati
14 February 2026 15:09 WIB