Jepara (ANTARA) - Sebanyak 16 bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perjalanan spiritual dari Candi Sima di Desa Blingoh, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menuju Candi Sewu di Prambanan, Kabupaten Klaten, Rabu.
"Kegiatan ini menjadi simbol perjalanan spiritual sekaligus penguat nilai toleransi dan keberagaman di Kabupaten Jepara," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di sela pelepasan perjalanan Thudong Bhikkhu di Candi Sima Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Jepara, Rabu.
Selain itu, kata dia, Kegiatan ini menjadi cerminan wajah Jepara yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Menurut dia, keharmonisan sangat terjaga dengan baik dan Jepara merupakan rumah besar yang damai, subur akan toleransi, serta menghargai pluralitas dan keberagaman.
Sementara itu, Ketua Panitia Thudong, Sundoko menuturkan bahwa perjalanan thudong bukan sekadar perjalanan kaki, melainkan perjalanan batin yang sarat makna spiritual.
"Dalam setiap langkah terdapat doa untuk kedamaian negeri," ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat 16 bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti perjalanan spiritual tersebut. Untuk rute di wilayah Jawa Tengah, para bhikkhu akan melintasi Kabupaten Jepara, Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga Klaten dengan tujuan akhir di Candi Sewu.
Selama perjalanan, para bhikkhu akan singgah di sejumlah fasilitas umum yang telah disediakan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat semangat keberagaman bangsa.
Perjalanan Thudong tersebut ditempuh selama 11 hari dengan menjalani kehidupan sederhana dan penuh kedisiplinan spiritual.