Semarang (ANTARA) - Kantor Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Barang Milik Negara Semarang mencatat penurunan biaya operasional dua Gedung Keuangan Negara (GKN) yang berada di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pengelolaan TIK dan BMN Semarang Harmoko Widodo dalam forum konsultasi publik di Semarang, Selasa, mengatakan, optimalisasi pengelolaan dua GKN selama beberapa tahun terakhir ini mampu menekan biaya listrik maupun konsumsi air.
"Pengoptimalan sumber daya mampu menekan biaya listrik hingga 50 persen," katanya
Kondisi tersebut, lanjut dia, masih dimungkinkan semakin dihemat menyusul kebijakan efisiensi oleh pemerintah.
Meski pengaturan operasional dua GKN telah menunjukkan kenyamanan maupun fungsinya bagi pegawai maupun masyarakat, ia menyebut masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Ia menyebut salah satu layanan yang belum bisa dioptimalkan yakni ketersediaan tempat parkir yang memadai.
Ke depan, lanjut dia, telah direncanakan pembangunan gedung parkir untuk memenuhi kebutuhan pegawai maupun masyarakat yang membutuhkan layanan di sektor keuangan negara itu
Forum konsultasi publik tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, menyelaraskan harapan pengguna layanan dengan standar layanan, mendorong partisipasi dan keterlibatan pemangku kepentingan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan.
Kantor Pengelolaan TIK dan BMN Semarang telah mendapatkan Piagam Eco-Office Kategori Gold sebagai Satuan Kerja Pengelola Gedung Keuangan Negara Semarang I pada 2025 lalu.