Logo Header Antaranews Jateng

Undip gandeng PT Symmex Medical Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 23:52 WIB
Image Print
Rektor Universitas Diponegoro Semarang Suharnomo dan Direktur Utama PT Symmex Medical Indonesia Sutarto menunjukkan dokumen kerja sama untuk hilirisasi riset. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro menggandeng PT Symmex Medical Indonesia untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta hilirisasi produk inovasi kampus.

Rektor Undip Suharnomo di Semarang, Selasa, mengatakan kemajuan sebuah bangsa ditentukan sejauh mana universitas mampu bergerak bersama industri.

Ia mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah universitas dan perusahaan di China dan Taiwan, yang dinilai telah berhasil membangun ekosistem riset dan industri secara kuat.

"Enam bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi sejumlah universitas dan perusahaan di China, dari Beijing, Shanghai hingga Tianjin. Di sana saya melihat sesuatu yang sangat mengesankan di mana kampus dan industri benar-benar berjalan bersama," katanya.

Dengan logo perusahaan hadir di kampus dan logo kampus juga terpampang di perusahaan, ia mengaku, optimistis kemajuan suatu negara hanya mungkin terjadi ketika universitas ikut bergerak, bukan sekadar menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta solusi.

"Pengalaman serupa saya temukan di Taiwan. Kampus-kampus di sana tidak berjarak dengan industri dan pasar. Riset tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi hadir sebagai produk, teknologi, dan solusi nyata yang digunakan masyarakat," katanya.

Menurut dia, Undip sebenarnya sudah memiliki banyak potensi dengan berbagai inovasi, mulai dari produk kesehatan dan gizi seperti Prof Diet, air minum Voca, hingga Nutri Sun D3 berbasis pangan lokal untuk pencegahan stunting.

Ada juga inovasi teknologi seperti Cyborg Insect atau kecoa "robot" yang mendapat perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan meraih penghargaan internasional.

"Ini menunjukkan bahwa riset Undip memiliki kualitas dan relevansi yang kuat," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip itu.

Karena itu, kata dia, Undip terus mendorong riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi masuk ke tahap hilirisasi dan produksi massal, termasuk riset kolaborasi lintas fakultas.

"Kolaborasi antara kampus dan industri harus hidup, kuat, dan menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus melahirkan inventor-inventor unggul yang menjadi kebanggaan kita bersama," katanya.

Direktur Utama PT Symmex Medical Indonesia Sutarto menyampaikan apresiasi kepada Undip atas kepercayaan yang diberikan sebagai mitra hilirisasi.

"Kolaborasi ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk ikut memproduksi hasil penelitian Undip agar dapat dikembangkan lebih luas kepada masyarakat, terutama pada bidang alat kesehatan yang dekat dengan kebutuhan pasien dan tenaga medis," katanya.

Pihaknya siap menindaklanjuti kolaborasi itu melalui tahapan pengembangan menuju skala industri, mulai dari validasi, uji coba produksi, hingga pemenuhan regulasi di sektor kesehatan.

Dengan pengalaman perusahaan dalam produksi orthopaedic implant dan surgical instrument, ia berharap, sinergi bersama Undip dapat memperkuat inovasi produk kesehatan dalam negeri yang berkualitas, terjangkau, dan berdaya saing dengan produk impor.

PT Symmex Medical Indonesia merupakan perusahaan manufaktur orthopaedic implants dan surgical instruments yang mengembangkan berbagai lini produk, antara lain nail and wire system, basic trauma, external fixation, arthroplasty, serta surgical instrument.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026