Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa korban terdampak tanah longsor di wilayah Kalialang telah diungsikan ke lokasi yang aman.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Selasa, mengatakan keselamatan warga bukan sekadar prioritas, tetapi hal yang harus dijaga tanpa kompromi.
"Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak menunggu," katanya di sela meninjau lokasi.
Sebanyak empat kepala keluarga, yang terdiri atas 11 jiwa terdampak dalam peristiwa tanah longsor telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mereka diungsikan secara bertahap sejak awal Mei 2026, setelah pergerakan tanah mulai mengancam rumah tinggal mereka.
Ia meminta jajarannya menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan nyaman dengan memanfaatkan fasilitas di sekitar, sehingga warga tidak merasa sendirian menghadapi situasi ini
Agustina memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, mulai dari logistik harian hingga akses air bersih, semuanya diupayakan agar warga tetap bisa menjalani aktivitas dengan layak meski dalam keterbatasan.
Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, mengingat lokasi di kawasan daerah aliran sungai yang membutuhkan penanganan lintas kewenangan.
Tak hanya fokus pada kondisi darurat, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang, yakni penguatan struktur tanah, seperti talud atau bronjong di titik-titik rawan untuk mencegah longsor susulan dan memberikan rasa aman bagi warga ke depan.
Seluruh perangkat daerah juga diminta tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan.
"Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan," katanya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi menyampaikan bahwa warga terdampak telah diungsikan secara bertahap setelah kondisi memburuk.
"Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," katanya.