
BPBD Cilacap petakan lokasi rawan longsor dan genangan di jalur mudik Lebaran 2026

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memetakan sejumlah lokasi rawan longsor dan genangan di jalur mudik guna mengantisipasi dampak curah hujan tinggi selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
"Kami mengimbau kepada para pemudik, baik arus mudik maupun arus balik, khususnya yang melintasi wilayah Cilacap agar tetap hati-hati dan waspada, terutama saat curah hujan tinggi, karena ada beberapa lokasi yang kami prediksi rawan terjadi genangan maupun longsor yang dapat menutupi badan jalan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Rabu.
Ia mengatakan beberapa lokasi rawan longsor tersebut berada di jalur utama atau Jalur Selatan Jateng, antara lain di wilayah Mergosari (Kecamatan Dayeuhluhur), Wanareja, dan Karangpucung.
Oleh karena jalur tersebut merupakan jalan nasional, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi bencana.
Menurut dia, sejumlah jalur alternatif juga rawan terjadi longsor dan genangan saat curah hujan tinggi, antara lain jalur alternatif Cukangleles-Cipari-Sidareja yang merupakan ruas jalan provinsi penghubung jalur Selatan Jateng dengan Jalur Pantai Selatan (Jalur Lintas Selatan Selatan/JLSS) Jateng serta jalur alternatif Rawa Apu (perbatasan Pangandaran/Jawa Barat dengan Cilacap/Jateng) hingga Jeruklegi yang merupakan bagian dari JLSS Jateng.
Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan warga yang bermukim di sekitar jalur rawan bencana untuk turut berperan aktif dalam mencegah banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami meminta masyarakat bergotong-royong membersihkan saluran air di sekitar jalan tersebut. Tujuannya agar saat hujan deras, saluran berfungsi optimal, sehingga genangan bisa ditekan atau bahkan tidak terjadi," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan pada masa Lebaran 2026, BPBD Cilacap tidak membuka posko mandiri, melainkan bergabung dalam posko terpadu bersama instansi lainnya.
Kendati demikian, seluruh kekuatan di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap, yakni Majenang, Sidareja, Kroya, dan Cilacap telah disiagakan, termasuk personel di kantor induk atau Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Cilacap.
"Prinsipnya kami siap, relawan di seluruh Kabupaten Cilacap juga sudah siaga. Dengan adanya sebaran UPT ini, insya Allah pergerakan kami akan cepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan penanganan di lapangan," kata Taryo.
Baca juga: Polda Jateng bakal kawal truk pengangkut BBM saat arus mudik
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
