Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjelaskan peranan strategis guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk karakter generasi penerus.
“Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan Kota Magelang sedang dibentuk. Anak-anak yang cerdas secara akademik, berkarakter, berakhlak mulia, memiliki empati, peduli serta mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Jumat.
Ia mengatakan hal itu pada acara "Sarasehan dan Halal Bihalal Guru se-Kota Magelang", di GOR Samapta Sanden, Kamis (2/4), yang dihadiri antara lain Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso, Penjabat Sekda Kota Magelang Larsita, dan seluruh kepala OPD lingkungan Pemkot Magelang.
Kegiatan yang dihadiri ribuan guru dan tenaga kependidikan jenjang KB/PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs se-Kota Magelang itu, berlangsung meriah dan dalam suasana kebersamaan.
Selain sarasehan dan halal bihalal, acara juga diisi dengan penampilan kelompok seni dari pelajar, para guru bernyanyi bersama, serta pembagian berbagai undian berhadiah kepada peserta.
Ia menjelaskan pemkot berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, serta mendorong inovasi pembelajaran.
Dia menjelaskan pendidikan merupakan investasi strategis bagi pembangunan daerah, namun keberhasilannya tidak dapat dicapai secara parsial.
Dia mengemukakan pentingnya seluruh elemen Kota Magelang bersinergi memajukan pendidikan
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sekolah tidak bisa berdiri sendiri, dan para guru tidak bisa berjuang sendiri,” kata dia.
Menurut dia, sinergi harus melibatkan pemerintah sebagai pengarah kebijakan, guru sebagai ujung tombak pembelajaran, orang tua sebagai pendamping utama anak, serta masyarakat sebagai lingkungan pembentuk karakter baik.
Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kegiatan halalbihalal ini sebagai sarana memperkuat kolaborasi.
“Silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga fondasi penting dalam membangun sinergi. Dari silaturahmi lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kolaborasi, dan dari kolaborasi kita dapat menghadirkan perubahan,” ujarnya.