Semarang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Iswar Aminuddin mengingatkan bahwa guru berperan penting dalam pembentukan karakter siswa.
"Peran guru saat ini tidak lagi sebatas pengajar, melainkan juga sebagai pembentuk karakter siswa," katanya di Semarang, Kamis, saat Halalbihalal Keluarga Besar Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen) Kecamatan Ngaliyan.
Dia mengatakan, media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar. Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para pendidik untuk memastikan para siswa tidak kehilangan nilai-nilai budaya dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks, terutama akibat pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial terhadap perilaku generasi muda.
Karena itu, ia juga mendorong para pendidik untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan pendidikan karakter.
Menurut dia, kegiatan tersebut bisa menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarpendidik di wilayah Kecamatan Ngaliyan, sekaligus memperkokoh fondasi kebersamaan dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.
"Fondasi yang kuat adalah kebersamaan. Dari sinilah kita bisa melangkah bersama membangun Semarang yang semakin hebat," katanya.
Pada kesempatan itu, Iswar menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai momentum silaturahmi setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menekankan bahwa halalbihalal bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antarmanusia (hablum minannas) setelah menjalankan ibadah Ramadan (hablum minallah).
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT," katanya.
Kegiatan halalbihalal tersebut diikuti oleh para kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di wilayah Kecamatan Ngaliyan.