Pekalongan (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama di Pekalongan dan Kota Semarang, diawali dengan berkunjung ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Fusha Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, KH Muhammad Dzilqon.
Pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Pekalongan, Kamis, diwarnai berbagai topik diperbincangkan, termasuk peristiwa terakhir tentang jebolnya tanggul Sungai Bremi di Pekalongan.
"Hujan terus dari semalam kiai. Ini tadi sudah ada laporan tanggul jebol di Pekalongan, habis ini saya ke sana," kata Gubernur Jateng.
Di sela perbincangan, Kiai Dzilqon menyelipkan pesan kepada Luthfi agar senantiasa merawat kesabaran dan tanggung jawab.
Setelah itu, Kiai Dzilqon mengutip sebuah kalimat yang berisi tentang salah satu jalan menuju kesuksesan adalah dengan memuliakan orang lain.
Sebagai seorang Gubernur, berarti harus memuliakan rakyatnya, seraya berpesan agar seorang pemimpin harus banyak tersenyum, terutama kepada rakyatnya.
"Ingin membangun negara, harus sabar dan bersama-sama," lanjut Kiai Dzilqon.
Di hari yang sama, Gubernur Luthfi juga bersilaturahmi dengan Habib Luthfi bin Yahya di kompleks Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan.
Dalam pertemuan tersebut, Luthfi mengungkapkan bahwa sudah mengenal dan bersinggungan dengan Habib Luthfi sejak sekitar 19 tahun silam, tepatnya saat menjabat sebagai Kapolres Batang.
Banyak cerita dan peristiwa yang sudah keduanya lalui bersama, dan kebersamaan itu diceritakan kembali dengan suasana kebahagiaan.
Selesai dari silaturahmi dengan ulama di Pekalongan, Luthfi sempat mengecek kondisi tanggul Sungai Bremi yang jebol di wilayah Pabean Barat, Kota Pekalongan.
Setelah itu, ia melanjutkan silaturahmi ke kediaman KH Shodiq Hamzah, pengasuh Ponpes Asshodiqiyah di daerah Kaligawe, Kota Semarang.
Ia kembali merima pesan agar terus menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat.
Terkait hal itu, Luthfi menjelaskan bahwa ia sudah memberikan instruksi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Jateng agar berkolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.
Termasuk membangun kekompakan dengan seluruh bupati/wali kota di wilayahnya dalam melakukan pembangunan daerah.