
Kemenpar siapkan antisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pariwisata

Semarang (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah antisipasi atas dampak konflik Timur Tengah terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.
"Dilakukan shifting market, kita banyak kehilangan wisatawan Timur Tengah dan Eropa," kata Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Ia menjelaskan kunjungan wisatawan Timur Tengah dan Eropa akan mengalami penurunan akibat krisis tersebut
Menurut dia, hal tersebut diakibatkan penghentian penerbangan maskapai-maskapai besar dari Timur Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, Kemenpar melakukan pergeseran pasar wisatawan yang menjadi target untuk meningkatkan kunjungan.
Ia menyebut kementerian menggeser pasar dengan merebut peluang wisatawan di wilayah Asia dan Australia.
Selain itu, lanjut dia, Kemenpar juga akan mendorong kunjungan wisatawan domestik melalui gelaran-gelaran wisata dari berbagai kabupaten/ kota di Indonesia.
Ia menjelaskan Kemenpar menyiapkan sekitar 125 kegiatan pariwisata yang telah dikurasi dari sekitar seribu kegiatan yang diusulkan.
"90 persen event yang disiapkan tersebut merupakan gelaran budaya yang memang menjadi kekuatan pariwisata kita," katanya.
Ia menegaskan wisatawan nusantara masih menjadi kekuatan dari pariwisata Indonesia.
Dengan demikian, lanjut dia, potensi yang hilang akibat konflik Timur Tengah tersebut akan tertutup.
Baca juga: Legislator dorong desa wisata menyajikan pariwisata berbasis pengalaman
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
