Semarang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyalurkan tambahan pasokan elpiji 3 kg lebih dari 9 juta tabung di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional JBT Taufiq Kurniawan, di Semarang, Selasa, menyampaikan bahwa Pertamina terus memastikan keandalan stok hingga level distribusi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
"Kami memastikan tambahan pasokan elpiji 3 kg ini dapat menjaga kehandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji 3 kg selama Ramadhan hingga Lebaran," katanya.
Total tambahan pasokan yang disiapkan mencapai 9.047.530 tabung, yang terdiri dari penyaluran fakultatif sebanyak 5.902.480 tabung, serta "extra dropping" sebanyak 3.145.050 tabung.
Menurut dia, tambahan pasokan elpiji tersebut guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
Dari total tambahan tersebut, sebanyak 8.225.930 tabung dialokasikan untuk wilayah Jateng, sedangkan 821.600 tabung disalurkan ke wilayah DIY.
Jika dibandingkan dengan konsumsi normal elpiji 3 kg di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang mencapai sekitar 37.742.120 tabung, tambahan pasokan lebih dari 9 juta tabung tersebut setara dengan sekitar 24 persen dari konsumsi normal.
Secara regional, tambahan pasokan di Jateng mencapai sekitar 24,48 persen dari konsumsi normal sebesar 33.614.480 tabung, sementara di DIY tambahan pasokan mencapai sekitar 19,9 persen dari konsumsi normal sebesar 4.127.640 tabung.
Penyaluran tambahan elpiji dilakukan secara bertahap mengikuti tren peningkatan konsumsi masyarakat.
Adapun penyaluran fakultatif elpiji 3 kg di wilayah Jateng dan DIY, yakni 1.181.680 tabung (17/3), 1.573.600 tabung (19/3), 1.573.600 tabung (21/3), dan 3 April 2026 sebanyak 1.573.600 tabung
Selain penyaluran fakultatif tersebut, Pertamina juga menyalurkan "extra dropping" elpiji 3 kg sebagai tambahan pasokan di luar distribusi reguler yang mulai dilakukan sejak akhir Februari 2026.
Total "extra dropping" yang disiapkan mencapai 3.145.050 tabung, dengan rincian 2.801.210 tabung untuk wilayah Jateng dan 343.840 tabung untuk wilayah DIY.
Ia menjelaskan penyaluran fakultatif merupakan distribusi pengganti yang dilakukan saat hari libur atau tanggal merah.
Sedangkan "extra dropping" merupakan tambahan pasokan yang disalurkan berdampingan dengan distribusi reguler untuk memperkuat ketersediaan stok di lapangan, terutama pada periode peningkatan konsumsi masyarakat.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengantisipasi peningkatan konsumsi elpiji rumah tangga yang umumnya terjadi selama Ramadhan hingga Lebaran," katanya.
Baca juga: DPR bersama Pertamina sidak ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kudus