Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas pantau dampak kenaikan BBM dan LPG nonsubsidi

Sabtu, 25 April 2026 06:20 WIB
Image Print
Ilustrasi - Tumpukan LPG nonsubsidi kemasan tabung 12 kilogram di salah satu minimarket, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus memantau dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan hingga saat ini pelaku UMKM belum banyak mengeluhkan dampak kenaikan tersebut.

"Kalau UMKM sampai hari ini, teman-teman belum mengeluhkan. Yang disampaikan saat sosialisasi dan pelatihan justru lebih ke akses pasar termasuk kenaikan harga plastik, sementara dampak kenaikan BBM belum terasa signifikan," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan, sebagian besar pelaku UMKM masih menitikberatkan kebutuhan pada dukungan perluasan pasar dibandingkan persoalan kenaikan biaya produksi akibat energi.

Menurut dia, kenaikan BBM jenis tertentu belum memberikan pengaruh langsung terhadap operasional UMKM, terutama karena tidak seluruh jenis BBM digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari, khususnya untuk sektor transportasi usaha kecil.

Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima laporan terkait kelangkaan LPG subsidi maupun lonjakan harga LPG nonsubsidi.

Meskipun demikian, ia mengakui terdapat satu hingga dua keluhan dari pelaku usaha yang masih dalam tahap verifikasi oleh DPKUKM bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Di sisi lain, pihaknya bersama OPD terkait terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi LPG di Banyumas untuk memastikan pasokan tetap aman serta mengantisipasi potensi penyalahgunaan LPG subsidi ke sektor usaha yang seharusnya menggunakan LPG nonsubsidi.

"Pemantauan kami lakukan bersama Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Banyumas, terutama terkait distribusi dari agen ke pangkalan hingga ke konsumen. Ini juga sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi penyimpangan," katanya.

Ia mengatakan rencana pemantauan langsung ke sejumlah agen LPG juga tengah disiapkan oleh tim gabungan.

"Namun, jadwal pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait," kata Gatot.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026