Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan peningkatan literasi kebencanaan menjadi pilihan strategis agar masyarakat setempat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

"Kita kenalkan konsep mitigasi bencana, yakni upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Jumat.

Ia mengatakan hal itu didampingi Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Candra Adi Wijatmiko saat menerima kunjungan kerja Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo ke Kantor BPBD setempat, Kamis (5/3).

Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, katanya, salah satunya melalui peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.

Meskipun luas wilayah setempat relatif terbatas, katanya, posisinya sebagai pusat aglomerasi membuat daerah ini tetap harus siap menghadapi dampak bencana, termasuk yang terjadi di wilayah sekitar.

Ia menjelaskan salah satu langkah strategis dilakukan, yakni mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat. 

"Ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sejak dari lingkungan keluarga," ujar dia.

Ia menjelaskan pemahaman dasar masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sebagai hal  penting, mulai dari potensi kebakaran akibat instalasi listrik di rumah, pengelolaan drainase yang dapat memicu genangan atau banjir, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan petir.

“Masyarakat harus memahami dulu kondisi di rumahnya sendiri. Misalnya instalasi kabel listrik yang bisa memicu kebakaran, drainase yang tersumbat sampah hingga menyebabkan genangan, atau kapan harus menghindari aktivitas di luar saat cuaca ekstrem,” katanya.

Data Pemerintah Kota Magelang menunjukkan dalam dua bulan terakhir tercatat 32 kejadian bencana di wilayah tersebut. Peristiwa itu terdiri atas berbagai kejadian dengan skala kecil hingga sedang.

“Artinya intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah kita,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, upaya edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur dalam pendekatan kolaboratif, termasuk dengan media massa.

Terkait dengan kunjungan kerja Anggota DPR RI itu, ia menyebut sebagai perhatian bagi Kota Magelang dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, meskipun wilayahnya tergolong kecil.

“Kami merasa terhormat Kota Magelang mendapat perhatian dari DPR RI Komisi VIII yang sudah berkunjung,” kata dia.

Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi hal penting di tengah kondisi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi di berbagai wilayah.

“Situasi ini sangat kontekstual karena kita sedang menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Anomali cuaca terjadi di mana-mana, hujan bisa turun setiap saat dan sulit diprediksi. Ini membuat kita harus benar-benar siap siaga dan memiliki mitigasi terkait kebencanaan,” ujarnya.

Menurut dia, Kota Magelang memiliki kesiapan cukup baik dalam menghadapi potensi bencana. 

Wilayah ini, katanya, telah memiliki kajian risiko kebencanaan yang mencakup berbagai potensi, seperti tanah longsor, banjir, hingga potensi kebakaran di kawasan permukiman padat.