
Pemkab Magelang mendeklarasikan Kencana hadapi potensi bencana

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Magelang mendeklarasikan gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudianto di Magelang, Kamis, menegaskan kondisi geografis Magelang yang dikelilingi gunung dan dialiri sungai besar menjadikannya wilayah rawan bencana.
"Di satu sisi memberikan kesuburan, namun di sisi lain menyimpan potensi risiko bencana seperti erupsi gunung, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," katanya.
Melalui program Kencana, pemerintah mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana hingga tingkat kecamatan.
Menurut dia, kecamatan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam koordinasi, fasilitasi, serta penggerak sumber daya yang paling dekat dengan masyarakat.
"Jika kecamatan tangguh, maka respons awal saat terjadi bencana akan jauh lebih cepat dan terukur," katanya.
Ia menginstruksikan para camat agar tidak berhenti pada deklarasi semata. Forum pengurangan risiko bencana harus diaktifkan, jalur evakuasi dipastikan siap, serta edukasi kepada masyarakat dilakukan secara rutin.
Selain itu, katanya pemerintah daerah menekankan percepatan penerapan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kebencanaan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menyampaikan, tiga indikator utama yang menjadi fokus yakni pelayanan informasi rawan bencana, peningkatan pencegahan dan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, serta kesiapan penyelamatan dan evakuasi korban dengan sarana prasarana yang siaga 24 jam.
Untuk mencapai target tersebut, katanya, Pemkab Magelang mengusung strategi kolaborasi melalui konvergensi anggaran, pemanfaatan teknologi sistem peringatan dini, serta pelibatan aktif masyarakat.
Baca juga: Job Connect Fest Kabupaten Magelang 2026 buka 2.103 lowongan
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
