Semarang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mendukung pengembangan kawasan Pearl of Java (PoJ) City yang bebas dari penggunaan air bawah tanah.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Ady Setiawan, di Semarang, Jateng, Senin, menjelaskan bahwa PoJ City adalah salah satu pelanggan premium layanan air bersih PDAM.
"Kalau di PoJ City ini sudah bebas penggunaan air tanah, semuanya pakai air PDAM. Jadi 'full' pakai air baku kami," kata Mas Wawan, sapaan akrabnya.
Hal itu disampaikannya dalam kunjungan ke Kantor Marketing Gallery PoJ City sebagai wujud apresiasi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Ia menyebutkan saat ini PDAM telah menyuplai kebutuhan air bersih di PoJ City sekitar 8.000 kubik per bulan yang diperkirakan akan semakin bertambah seiring perkembangan kawasan.
"Jumlah ini akan terus bertambah, karena kawasan akan semakin berkembang," kata mantan pimpinan PDAM di empat kota, yakni Kabupaten Grobogan, Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Indramayu itu.
Menurut dia, pihaknya terus mendorong masyarakat dan pelaku usaha di kota Semarang untuk berpindah menggunakan air minum dari PDAM.
Sebab, kata dia, penggunaan air bawah tanah berdampak kepada lingkungan, yakni penurunan tanah atau "land subsidence" yang semakin mengkhawatirkan.
"Saya berharap masyarakat bisa meniru konsep yang dilakukan oleh POJ City ini," katanya.
Dengan penggunaan air PDAM, kata dia, tentu akan semakin mendukung tingkat kesehatan masyarakat, mengurangi dampak lingkungan, dan membebaskan dari eksploitasi air tanah.
Sampai awal tahun ini, ia menyebutkan setidaknya ada 4.000 pelanggan premium yang dilayani PDAM, yaitu terdiri dari pelaku usaha/niaga, industri, hotel dan rumah sakit, mal, dan sebagainya.
Sementara itu, General Manager Project POJ City Jatmiko Arif Wibowo menjelaskan bahwa pengembangan kawasan POJ City baru sekitar 30 persen dari total luasan sekitar 300 hektare.
Menurut dia, seluruh kebutuhan air bersih di PoJ City disuplai oleh layanan PDAM, baik permukiman maupun kampus Binus, Awann Costa, dan nantinya Mal 23 yang akan segera beroperasi.
"Untuk hunian, tahap satu ada 80 hunian, namun tahun kami mengembangkan cluster di lahan seluas 6 ha untuk 300 hunian. Kebutuhan air bersih akan meningkat signifikan dengan berjalannya pengembangan kawasan POJ City," katanya.
Baca juga: Inovasi Bank Jateng Syariah: pasang PDAM kini bisa dicicil