Batang (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, dalam rangka perayaan lima tahun beroperasinya menyelenggarakan festival budaya bertajuk Industropolis Festival secara gratis.

Direktur KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan di Batang, menyatakan bahwa acara ini sebagai konser publik perdana di kawasan tersebut.

"Melalui festival ini, pengelola ingin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi baru yang mengintegrasikan industri, budaya, dan kehidupan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan momen penting sebagai gambaran perjalanan KEK Batang dalam lima tahun dan bisa menjadi simbol pertumbuhan, serta ruang publik yang hidup dan tujuan pariwisata yang memberdayakan.

Gelaran festival ini mempertegas komitmen pengelola dalam membangun kawasan yang tidak hanya produktif secara ekonomi tetapi juga memiliki dinamika sosial-budaya.

"Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan KEK yang berdaya saing dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," katanya.

Pada kegiatan festival budaya bertajuk Industropolis Festival yang digelar di KEK Industropolis Batang, Jumat (6/2) ini dipadati sekitar 10 ribu pengunjung dari Kabupaten Batang dan daerah sekitarnya.

Acara ini menjadi jembatan interaksi langsung antara dunia industri dengan komunitas lokal sekaligus memperkenalkan wajah pariwisata KEK yang inklusif.

Menurut dia, panggung budaya ini diisi oleh beragam seniman dan kelompok kesenian lokal daerah dan pertunjukan seperti KBBS (Marching Pring), Bolodewa, tarian dari Sanggar Prastikasmara, hingga penampilan grup musik Guyon Waton sebagai pengisi puncak.

Tidak hanya soal hiburan, festival juga memiliki dimensi ekonomi dan sosial yaitu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa-desa penyangga dilibatkan sebagai tenant. 

Secara khusus, 10 persen dari setiap transaksi di tenant UMKM disalurkan sebagai bantuan untuk korban bencana di Aceh. Gelaran festival ini mempertegas komitmen pengelola dalam membangun kawasan yang tidak hanya produktif secara ekonomi tetapi juga memiliki dinamika sosial-budaya.