Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 6 ribu warga nelayan yang kini terdampak banjir dan kondisi cuaca ekstrem.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jumat, mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam bulan terakhir ini mengakibatkan para nelayan tidak berani melaut.

"Ya, kami berharap bantuan ini sedikit meringankan beban mereka apalagi menjelang Ramadhan. Selain terdampak banjir, para nelayan sudah lama tidak berani melaut karena kondisi cuaca ekstrem," katanya.

Bantuan pangan tersebut terdiri atas 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, serta 5 butir telur.

Terkait terjadinya pendangkalan muara sungai yang menghambat aktivitas kapal nelayan, Faiz mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah dan memerlukan koordinasi dengan pihak provinsi.

Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Kabupaten Batang Teguh Tarmojo mengatakan saat ini nelayan menghadapi dua persoalan besar yaitu kondisi cuaca ekstrem dan sedimentasi di alur Sungai Sambong yang menjadi jalur utama keluar dan masuk kapal.

Para nelayan, kata dia, sudah lebih dari satu bulan terakhir ini tidak bisa beraktivitas normal karena intensitas curah hujan tinggi sehingga menyebabkan pendangkalan semakin parah.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi pemerintah daerah atas bantuan yang diberikan kepada para nelayan di tengah situasi sulit. Kami berharap penggunaan kapal keruk atau ekskavator bisa terus diefektifkan supaya pendangkalan endapan lumpur tidak semakin parah," katanya.
 

Baca juga: Pemkab Batang anggarkan normalisasi Sungai Gendingan Rp9 miliar cegah banjir