Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur melakukan terobosan yang menginspirasi untuk menyelenggarakan pelantikan pejabat daerah itu di Gunung Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah.
"Ini merupakan kehormatan bagi warga dan Pemerintah Kota Magelang. Gunung Tidar yang dikenal sebagai 'pusere Tanah Jawa', kini menjadi destinasi baru untuk pelantikan pejabat dari seluruh Indonesia," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis.
Wali Kota Mojokerto Ita Puspitasari memboyong jajarannya ke puncak Gunung Tidar Kota Magelang untuk menggelar pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Pemerintah Kota Mojokerto, Rabu (31/12). Kehadiran rombongan dari Jawa Timur ini disambut Wali Kota Magelang Damar Prasetyono beserta jajarannya.
Damar menjelaskan keberadaan Gunung Tidar berdampingan dengan Akademi Militer (Akmil). Lembah ini telah mencetak dua Presiden RI yang membuktikan kekuatan nilai integritas dan komitmen terhadap warga di kawasan ini.
"Sudah sepantasnya jika ingin mencetak pemimpin yang berintegritas, semangatnya diambil dari sini. Selamat menikmati udara segar dan hutan pinus yang terjaga," katanya.
Wali Kota Mojokerto Ita Puspitasari mengatakan langkah ini diambil sebagai bagian dari refleksi akhir tahun sekaligus upaya menyerap semangat historis "Paku Jawa" demi penguatan kepemimpinan di Kota Mojokerto.
Ia menjelaskan pelantikan di penghujung tahun ini hasil konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Hal ini, katanya, berkaitan dengan adanya perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) baru yang akan berlaku efektif pada 2026.
"Sebenarnya hasil asesmen sudah selesai sebulan lalu, namun atas konsultasi dengan BKN, pelantikan sengaja dilakukan di penghujung tahun karena ada tambahan dinas baru dalam SOTK 2026," ujar dia.
Ita menyebutkan total 69 pejabat dan staf ikut pada kegiatan ini. Pelantikan kali ini tercatat sebagai pelantikan dengan jumlah peserta terbanyak di lingkungan Pemkot Mojokerto sepanjang 2025.
Mengenai pemilihan Gunung Tidar, ia mengaku, memiliki ikatan emosional dan spiritual dengan tempat tersebut.
Pengalamannya mengikuti pembekalan (retreat) kepala daerah selama delapan hari di Lembah Tidar saat awal masa jabatan periode kedua di Kota Mojokerto memberikan perspektif baru tentang kepemimpinan.
"Kami ingin ada historical yang kuat terkait kepemimpinan di Indonesia yang bisa merambah ke wilayah kecil, seperti Kota Mojokerto. Gunung Tidar diyakini sebagai tempat yang sakral, paku buminya Pulau Jawa. Kami berharap keberkahan dan kekuatan itu terpancar ke kota kami agar tetap kuat dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT," katanya.