Sinergi Gula Nusantara gencarkan program inkubator agripreneur
Kamis, 14 November 2024 21:39 WIB
Direktur Utama SGN Mahmudi (kiri) disela acara agripreneur tebu di Pekalongan, Kamis (14/11/2024). (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Sub Holding Komoditi Gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggencarkan program inkubator agripreneur tebu untuk mewujudkan swasembada gula yang ditargetkan pemerintah tercapai pada 2028 melalui peran generasi muda.
Direktur Utama SGN Mahmudi di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk melatih dan mendampingi petani muda yang berminat menjadi agripreneur profesional yang mampu mengelola perkebunan tebu secara modern, produktif, dan berkelanjutan.
"Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan teknis, dukungan bisnis, serta pendampingan dari ahli. Dengan desain ini diharapkan program dapat memperkuat kapasitas para peserta dalam membangun usaha tani yang berdampak positif pada sektor pertanian Indonesia," katanya.
Ia mengatakan untuk mencapai tujuan ini, Indonesia menghadapi tantangan besar berupa isu produktivitas untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.
Terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, kata dia, terbuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan industri tebu.
Menurut dia, untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian maka perlu dibentuk program inovatif bernama inkubator agripreneur tebu.
Program ini diinisiasi sebagai solusi untuk link and match antara isu produktivitas dan peran generasi muda dalam sektor pertanian.
Dikatakan, inkubator agripreneur tebu terdiri atas beberapa tahapan seperti seleksi awal, bootcamp, pelatihan lapangan, pendampingan ahli, inkubasi usaha, serta pendanaan dan kemitraan.
"Dimana keseluruhan dari tahapan tersebut saling mendukung untuk menghasilkan petani muda yang siap bersaing dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional," katanya.
Pada program ini, kata dia, tidak hanya mendorong terwujudnya swasembada gula saja tetapi juga sekaligus ruang berkontribusi bagi program negara.
"Inkubator agripreneur tebu juga memberikan berbagai keuntungan bagi para peserta. Melalui program ini peserta mendapatkan peluang untuk membangun usaha mandiri yang difasilitasi akses kepada teknologi pertanian modern, bibit unggul, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk memulai usaha tani tebu standar tinggi," katanya.
Direktur Utama SGN Mahmudi di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk melatih dan mendampingi petani muda yang berminat menjadi agripreneur profesional yang mampu mengelola perkebunan tebu secara modern, produktif, dan berkelanjutan.
"Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan teknis, dukungan bisnis, serta pendampingan dari ahli. Dengan desain ini diharapkan program dapat memperkuat kapasitas para peserta dalam membangun usaha tani yang berdampak positif pada sektor pertanian Indonesia," katanya.
Ia mengatakan untuk mencapai tujuan ini, Indonesia menghadapi tantangan besar berupa isu produktivitas untuk mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.
Terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, kata dia, terbuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan industri tebu.
Menurut dia, untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda pada sektor pertanian maka perlu dibentuk program inovatif bernama inkubator agripreneur tebu.
Program ini diinisiasi sebagai solusi untuk link and match antara isu produktivitas dan peran generasi muda dalam sektor pertanian.
Dikatakan, inkubator agripreneur tebu terdiri atas beberapa tahapan seperti seleksi awal, bootcamp, pelatihan lapangan, pendampingan ahli, inkubasi usaha, serta pendanaan dan kemitraan.
"Dimana keseluruhan dari tahapan tersebut saling mendukung untuk menghasilkan petani muda yang siap bersaing dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional," katanya.
Pada program ini, kata dia, tidak hanya mendorong terwujudnya swasembada gula saja tetapi juga sekaligus ruang berkontribusi bagi program negara.
"Inkubator agripreneur tebu juga memberikan berbagai keuntungan bagi para peserta. Melalui program ini peserta mendapatkan peluang untuk membangun usaha mandiri yang difasilitasi akses kepada teknologi pertanian modern, bibit unggul, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk memulai usaha tani tebu standar tinggi," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Pekalongan nonaktif mengungkap tradisi pemberian THR dari OPD di Pekalongan
10 September 2026 18:38 WIB
Pemkot Pekalongan siagakan suplai air bersih untuk daerah terdampak kekeringan
04 September 2026 15:11 WIB
Pemkot Pekalongan dan relawan memperkuat sinergi penanganan pascabencana
03 September 2026 14:42 WIB
Kejaksaan selidiki dugaan korupsi Rp141 miliar BPR BKK Kabupaten Pekalongan
02 September 2026 18:43 WIB