Tiga perguruan tinggi sukses menggelar program Joint Summer Course 2024
Kamis, 22 Agustus 2024 16:31 WIB
Peserta Program Summer Course bertema "Sustainable Agro-Industry in Rural Areas" berfoto bersama di Nong Lam University, Vietnam. ANTARA/HO-Unsoed
Purwokerto (ANTARA) - Program Summer Course bertema "Sustainable Agro-Industry in Rural Areas" yang diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi antara IPB University, , dan Nong Lam University sukses dilaksanakan.
Dosen Teknologi Pangan Condro Wibowo, Ph.D. turut berperan sebagai panitia sekaligus narasumber dalam program tersebut.
Program ini terdiri atas dua sesi, yaitu sesi daring yang berlangsung pada 15-25 Juli 2024, dan sesi luring yang dilaksanakan di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 28 Juli hingga 5 Agustus 2024.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai negara turut ambil bagian, termasuk dua mahasiswa , Indriati Cahyadewi dan Salma Rafifah Ikram, dari Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian. Kedua mahasiswa tersebut mendapatkan dukungan dari International Relations Office (IRO) .
Selain Unsoed, peserta lainnya berasal dari IPB University, Universiti Putera Malaysia, dan Nong Lam University sebagai tuan rumah kegiatan luring. Program tersebut juga melibatkan dosen dan praktisi dari berbagai institusi ternama seperti Vilanova University (Amerika Serikat), IPB University (Indonesia), Nong Lam University (Vietnam), serta beberapa lembaga mitra lainnya.
Baca juga: Komunikasi Unsoed-Tular Nalar MAFINDO adakan Sekolah Kebangsaan untuk pemilih pemula
Condro Wibowo menjelaskan bahwa selama berada di Vietnam, peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk tur kampus, kompetisi, penyampaian materi, serta kunjungan industri. Salah satu kunjungan industri yang dilakukan adalah ke Chavi Garden, sebuah destinasi agrowisata yang terkenal dengan produk olahan jeruk nipisnya.
Selain itu, peserta juga mengunjungi industri Green Food yang memproduksi berbagai jenis minuman seperti jus buah, minuman herbal, dan minuman berenergi.
Kunjungan terakhir dilakukan di Mylan Group di Provinsi Tra Vinh, yang dikenal dengan teknologi budidaya udang yang canggih. Kunjungan ini diatur secara khusus oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City.
Selain kunjungan industri, peserta juga terlibat dalam aktivitas pertukaran budaya, di mana mereka mempresentasikan budaya masing-masing negara dan menunjukkan pakaian tradisional dalam acara fashion runway.
Program ini diakhiri dengan kompetisi idea pitching, di mana peserta mempresentasikan ide-ide inovatif terkait agroindustri berkelanjutan.
Sebagai penutup, para peserta diajak berkeliling kota Ho Chi Minh dan mengunjungi beberapa tempat wisata ikonik. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teori agroindustri berkelanjutan, tetapi juga pengalaman baru dan terjalinnya koneksi internasional.
Baca juga: Rektor Unsoed: Mahasiswa baru harus siap adaptasi terhadap tantangan
Baca juga: Abdul Kholik terpilih sebagai Ketum PP Kaunsoed periode 2024-2028
Baca juga: Akademisi: Pengembangan keuangan digital bantu perekonomian Indonesia
Dosen Teknologi Pangan Condro Wibowo, Ph.D. turut berperan sebagai panitia sekaligus narasumber dalam program tersebut.
Program ini terdiri atas dua sesi, yaitu sesi daring yang berlangsung pada 15-25 Juli 2024, dan sesi luring yang dilaksanakan di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 28 Juli hingga 5 Agustus 2024.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai negara turut ambil bagian, termasuk dua mahasiswa , Indriati Cahyadewi dan Salma Rafifah Ikram, dari Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian. Kedua mahasiswa tersebut mendapatkan dukungan dari International Relations Office (IRO) .
Selain Unsoed, peserta lainnya berasal dari IPB University, Universiti Putera Malaysia, dan Nong Lam University sebagai tuan rumah kegiatan luring. Program tersebut juga melibatkan dosen dan praktisi dari berbagai institusi ternama seperti Vilanova University (Amerika Serikat), IPB University (Indonesia), Nong Lam University (Vietnam), serta beberapa lembaga mitra lainnya.
Baca juga: Komunikasi Unsoed-Tular Nalar MAFINDO adakan Sekolah Kebangsaan untuk pemilih pemula
Condro Wibowo menjelaskan bahwa selama berada di Vietnam, peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk tur kampus, kompetisi, penyampaian materi, serta kunjungan industri. Salah satu kunjungan industri yang dilakukan adalah ke Chavi Garden, sebuah destinasi agrowisata yang terkenal dengan produk olahan jeruk nipisnya.
Selain itu, peserta juga mengunjungi industri Green Food yang memproduksi berbagai jenis minuman seperti jus buah, minuman herbal, dan minuman berenergi.
Kunjungan terakhir dilakukan di Mylan Group di Provinsi Tra Vinh, yang dikenal dengan teknologi budidaya udang yang canggih. Kunjungan ini diatur secara khusus oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City.
Selain kunjungan industri, peserta juga terlibat dalam aktivitas pertukaran budaya, di mana mereka mempresentasikan budaya masing-masing negara dan menunjukkan pakaian tradisional dalam acara fashion runway.
Program ini diakhiri dengan kompetisi idea pitching, di mana peserta mempresentasikan ide-ide inovatif terkait agroindustri berkelanjutan.
Sebagai penutup, para peserta diajak berkeliling kota Ho Chi Minh dan mengunjungi beberapa tempat wisata ikonik. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teori agroindustri berkelanjutan, tetapi juga pengalaman baru dan terjalinnya koneksi internasional.
Baca juga: Rektor Unsoed: Mahasiswa baru harus siap adaptasi terhadap tantangan
Baca juga: Abdul Kholik terpilih sebagai Ketum PP Kaunsoed periode 2024-2028
Baca juga: Akademisi: Pengembangan keuangan digital bantu perekonomian Indonesia
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Purwokerto siapkan 50.995 tempat duduk antisipasi lonjakan penumpang saat libur Imlek
12 February 2026 13:50 WIB
KAI inspeksi Daop 5 Purwokerto pastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 lintas selatan
10 February 2026 18:55 WIB
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
Akademisi Unsoed: Kuatkan destana di sekitar Gunung Slamet untuk hadapi ancaman bencana
28 January 2026 16:49 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS siap akselerasi transformasi perguruan tinggi berdampak berkelanjutan
11 February 2026 18:15 WIB
LLDIKTI VI dorong pendidikan tinggi Jawa Tengah yang adaptif dan berdampak
11 February 2026 16:47 WIB