Anak demam saat tumbuh gigi? Waspadai hal ini
Minggu, 24 Desember 2023 17:15 WIB
Dokter gigi spesialis anak Ari Rosita Irmawati. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Solo (ANTARA) - Praktisi kesehatan dokter gigi spesialis anak Ari Rosita Irmawati meminta orang tua agar mewaspadai demam pada anak saat tumbuh gigi.
Pada perbincangan melalui daring yang diikuti dari Solo, Jawa Tengah, Minggu, Rosita mengatakan pertumbuhan gigi pada bayi dimulai pada usia enam bulan. Bahkan, beberapa diantaranya pertumbuhan gigi dimulai saat bayi masih berusia empat bulan.
Ia mengatakan demam pada saat tumbuh gigi terjadi jika kenaikan suhu tidak sampai 38 derajat Celsius. Sedangkan jika sudah lebih dari itu maka harus diwaspadai.
"Kenaikan suhu sedikit, 37-37,5 derajat Celcius. Suhu bisa naik karena saat tumbuh gigi menembus tulang alveolar dan juga gusi. Pada proses ini gusi mengalami kemerahan dan mengalami peradangan karena gigi akan menembus. Dalam hal ini akan mengalami kenaikan suhu badan dan belum dikatakan demam karena kalau demam suhu belum mencapai 38 derajat Celcius," katanya.
Menurut dia, untuk mengetahui perbedaan tumbuh gigi dengan gejala lain, maka orang tua harus lebih menyadari kondisi bayi, terutama ketika bayi mengalami demam kemudian tidak ada batuk dan pilek.
"Perlu dicek lagi di gigi, rongga mulut ada kemerahan atau tidak, termasuk di gusinya. Ada ngiler tidak atau keluar air liur secara tiba-tiba, sering mengusap gusinya, memasukkan alat atau benda ke dalam mulutnya," katanya.
Ia mengatakan jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka dapat dipastikan kenaikan suhu disebabkan oleh tumbuh gigi.
"Tetapi ketika bayi ada batuk, pilek, ingus, rewel yang parah, sebagai orang tua harus waspada ada infeksi lain di luar tumbuh giginya. Demam merupakan suatu tanda atau warning alarm sedang ada sesuatu. Apalagi demamnya tinggi harus dicari penyebabnya apa, bukan hanya sekedar tumbuh gigi," katanya.
Ia mengatakan ketika terjadi kenaikan suhu tubuh pada bayi, yang harus dilakukan oleh ibu adalah memperbanyak pemberian Air Susu Ibu (ASI).
"Selain itu dibantu memijat-mijat gusi yang kemerahan dengan catatan saat memijat gusi bayi cucilah tangan terlebih dahulu, pastikan tangan dalam kondisi bersih. Ini akan membuat bayi lebih tenang," kata Rosita yang praktik di Rumah Sakit PHC Surabaya.
Ia mengatakan demam akibat tumbuh gigi hanya terjadi beberapa hari dan suhu tubuh bisa kembali normal tanpa harus mengkonsumsi obat penurunan panas.
"Namun kalau tidak mau makan dan minum, maka harus diwaspadai. Saat anak mengalami demam ada batuk, pilek, ada ingus yang keluar, sehingga anak tidak mau makan minum, kemudian rewel sepanjang malam, membawa ke dokter spesialis anak untuk menanyakan penyebab demam dari mana. Boleh juga menceritakan ke dokter kalau anak sedang dalam kondisi mau tumbuh gigi, demam berapa lama sehingga dokter bisa membantu mencari penyebab demam dari mana," katanya.
Sementara itu, lanjutnya, kebersihan dan perawatan gigi harus diawali dari bayi dan perlu diperhatikan orang tua.
"Gigi susu jumlahnya 20 yang akan tumbuh 6-30 bulan. 20 gigi susu ini nantinya akan berganti semua. Gigi susu harus tetap dirawat karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi selanjutnya. Jika gigi susu hanya tinggal akar berupa sebuah karies gigi atau lubang semua, itu yang akan membuat sakit," katanya.
Ia mengatakan jika sakit maka anak tidak mau makan sehingga asupan nutrisi akan terganggu. Menurut dia, gigi yang terus-menerus sakit tidak akan dapat digunakan dengan baik.
"Ketika bayi dibawa ke dokter gigi dalam kondisi tinggal akar gigi maka tidak bisa dirawat sehingga dokter akan menyarankan pencabutan. Kalau gigi susu yang di atas diambil, gigi permanen tidak akan langsung tumbuh. Gigi permanen tersebut akan tumbuh sesuai dengan umurnya," katanya,
Pada perbincangan melalui daring yang diikuti dari Solo, Jawa Tengah, Minggu, Rosita mengatakan pertumbuhan gigi pada bayi dimulai pada usia enam bulan. Bahkan, beberapa diantaranya pertumbuhan gigi dimulai saat bayi masih berusia empat bulan.
Ia mengatakan demam pada saat tumbuh gigi terjadi jika kenaikan suhu tidak sampai 38 derajat Celsius. Sedangkan jika sudah lebih dari itu maka harus diwaspadai.
"Kenaikan suhu sedikit, 37-37,5 derajat Celcius. Suhu bisa naik karena saat tumbuh gigi menembus tulang alveolar dan juga gusi. Pada proses ini gusi mengalami kemerahan dan mengalami peradangan karena gigi akan menembus. Dalam hal ini akan mengalami kenaikan suhu badan dan belum dikatakan demam karena kalau demam suhu belum mencapai 38 derajat Celcius," katanya.
Menurut dia, untuk mengetahui perbedaan tumbuh gigi dengan gejala lain, maka orang tua harus lebih menyadari kondisi bayi, terutama ketika bayi mengalami demam kemudian tidak ada batuk dan pilek.
"Perlu dicek lagi di gigi, rongga mulut ada kemerahan atau tidak, termasuk di gusinya. Ada ngiler tidak atau keluar air liur secara tiba-tiba, sering mengusap gusinya, memasukkan alat atau benda ke dalam mulutnya," katanya.
Ia mengatakan jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka dapat dipastikan kenaikan suhu disebabkan oleh tumbuh gigi.
"Tetapi ketika bayi ada batuk, pilek, ingus, rewel yang parah, sebagai orang tua harus waspada ada infeksi lain di luar tumbuh giginya. Demam merupakan suatu tanda atau warning alarm sedang ada sesuatu. Apalagi demamnya tinggi harus dicari penyebabnya apa, bukan hanya sekedar tumbuh gigi," katanya.
Ia mengatakan ketika terjadi kenaikan suhu tubuh pada bayi, yang harus dilakukan oleh ibu adalah memperbanyak pemberian Air Susu Ibu (ASI).
"Selain itu dibantu memijat-mijat gusi yang kemerahan dengan catatan saat memijat gusi bayi cucilah tangan terlebih dahulu, pastikan tangan dalam kondisi bersih. Ini akan membuat bayi lebih tenang," kata Rosita yang praktik di Rumah Sakit PHC Surabaya.
Ia mengatakan demam akibat tumbuh gigi hanya terjadi beberapa hari dan suhu tubuh bisa kembali normal tanpa harus mengkonsumsi obat penurunan panas.
"Namun kalau tidak mau makan dan minum, maka harus diwaspadai. Saat anak mengalami demam ada batuk, pilek, ada ingus yang keluar, sehingga anak tidak mau makan minum, kemudian rewel sepanjang malam, membawa ke dokter spesialis anak untuk menanyakan penyebab demam dari mana. Boleh juga menceritakan ke dokter kalau anak sedang dalam kondisi mau tumbuh gigi, demam berapa lama sehingga dokter bisa membantu mencari penyebab demam dari mana," katanya.
Sementara itu, lanjutnya, kebersihan dan perawatan gigi harus diawali dari bayi dan perlu diperhatikan orang tua.
"Gigi susu jumlahnya 20 yang akan tumbuh 6-30 bulan. 20 gigi susu ini nantinya akan berganti semua. Gigi susu harus tetap dirawat karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi selanjutnya. Jika gigi susu hanya tinggal akar berupa sebuah karies gigi atau lubang semua, itu yang akan membuat sakit," katanya.
Ia mengatakan jika sakit maka anak tidak mau makan sehingga asupan nutrisi akan terganggu. Menurut dia, gigi yang terus-menerus sakit tidak akan dapat digunakan dengan baik.
"Ketika bayi dibawa ke dokter gigi dalam kondisi tinggal akar gigi maka tidak bisa dirawat sehingga dokter akan menyarankan pencabutan. Kalau gigi susu yang di atas diambil, gigi permanen tidak akan langsung tumbuh. Gigi permanen tersebut akan tumbuh sesuai dengan umurnya," katanya,
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FKIP UMS gelar sosialisasi public speaking "Suaramu Berharga" untuk tumbuhkan kepercayaan diri anak panti
21 jam lalu
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
UMS perkuat identitas budaya anak Indonesia di SB Pelita Ilmu Kuala Lumpur lewat kegiatan KKN
08 February 2026 15:36 WIB
DPR nilai insiden siswa di NTT menjadi alarm serius pemenuhan hak pendidikan anak
04 February 2026 8:52 WIB
Polisi gelar pelayanan kesehatan gratis dan pemulihan trauma anak-anak korban banjir Purbalingga
25 January 2026 10:34 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB