Temanggung komitmen pertahankan tradisi
Sabtu, 16 September 2023 21:11 WIB
Bupati Temanggung M. Al Khadziq Dialog Kebudayaan bersama Kepala Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) Ngatawi Al-Zastrouw. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Para seniman dan budayawan Kabupaten Temanggung, tetap berkomitmen mempertahankan tradisi di tengah situasi modernitas dan persaingan antarbudaya, kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq.
"Temanggung akan tetap berkomitmen menjadi kota dengan sejuta tradisi akan terus dipertahankan di tengah situasi modernitas dan pertarungan atau persaingan antarbudaya yang berasal dari mana pun," katanya di Temanggung, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai Dialog Kebudayaan bersama Kepala Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) Ngatawi Al-Zastrouw di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Di era teknologi informasi, katanya semua berkomitmen Temanggung harus selalu menjaga nilai-nilai tradisional, baik itu situs-situs tradisional, ritual tradisional dipertahankan.
"Kalau perlu kita ingin menjawab berbagai persoalan modern ini dengan akar tradisi dan budaya masyarakat," katanya.
Ia mengakui ada kritikan bahwa kesenian sudah hidup subur di Kabupaten Temanggung, tetapi belum bisa menghidupi baik seniman maupun masyarakat.
"Artinya belum maksimal dalam efeknya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Khadziq menyampaikan potensi kesenian rakyat di Kabupaten Temanggung sangat besar, kegiatan kesenian rakyat juga besar, jenis-jenis kesenian rakyat juga banyak, dan komitmen para seniman dan budayawan sangat kuat.
Kemudian Temanggung punya gedung kesenian, punya festival kesenian, punya dewan kesenian maka dalam dialog tersebut mereka sepakat Temanggung layak disebut sebagai ibu kota kesenian rakyat.
Ia menyampaikan kesenian dan kebudayaan di Temanggung sudah berkembang dengan baik tetapi belum berbuah, dalam artian belum bisa ikut menyejahterakan masyarakat sehingga ini menjadi agenda ke depan agar kesenian tetap tumbuh berkembang tetapi juga bisa menghidupi seluruh masyarakat.
Kepala Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan seni itu tergantung manusianya karena pembuat seni itu manusia.
"Mau dijadikan apa itu tergantung manusia, seni bisa menjadi instrumen pengembangan nilai sosialisasi pengetahuan dan lain sebagainya tetapi dia juga bisa dikapitalisasi menjadi ekonomi tanpa harus mengorbankan nilai," katanya.
Menurut dia Temanggung ini mempunyai potensi seni rakyat yang luar biasa. Tadi langsung terbersit bahwa Temanggung ini bisa menjadi satu-satunya icon untuk kesenian rakyat di Indonesia bahkan di dunia.
"Sayang potensi besar kalau tidak dikelola. Pak bupati sudah memulai lima tahun untuk mengelola ini, ibarat tanaman itu mulai tumbuh sayang kalau tidak terus dirawat, dijaga dikembangkan, setelah tumbuh jadi berbuah," katanya.
"Temanggung akan tetap berkomitmen menjadi kota dengan sejuta tradisi akan terus dipertahankan di tengah situasi modernitas dan pertarungan atau persaingan antarbudaya yang berasal dari mana pun," katanya di Temanggung, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai Dialog Kebudayaan bersama Kepala Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) Ngatawi Al-Zastrouw di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Di era teknologi informasi, katanya semua berkomitmen Temanggung harus selalu menjaga nilai-nilai tradisional, baik itu situs-situs tradisional, ritual tradisional dipertahankan.
"Kalau perlu kita ingin menjawab berbagai persoalan modern ini dengan akar tradisi dan budaya masyarakat," katanya.
Ia mengakui ada kritikan bahwa kesenian sudah hidup subur di Kabupaten Temanggung, tetapi belum bisa menghidupi baik seniman maupun masyarakat.
"Artinya belum maksimal dalam efeknya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Khadziq menyampaikan potensi kesenian rakyat di Kabupaten Temanggung sangat besar, kegiatan kesenian rakyat juga besar, jenis-jenis kesenian rakyat juga banyak, dan komitmen para seniman dan budayawan sangat kuat.
Kemudian Temanggung punya gedung kesenian, punya festival kesenian, punya dewan kesenian maka dalam dialog tersebut mereka sepakat Temanggung layak disebut sebagai ibu kota kesenian rakyat.
Ia menyampaikan kesenian dan kebudayaan di Temanggung sudah berkembang dengan baik tetapi belum berbuah, dalam artian belum bisa ikut menyejahterakan masyarakat sehingga ini menjadi agenda ke depan agar kesenian tetap tumbuh berkembang tetapi juga bisa menghidupi seluruh masyarakat.
Kepala Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia (UI) Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan seni itu tergantung manusianya karena pembuat seni itu manusia.
"Mau dijadikan apa itu tergantung manusia, seni bisa menjadi instrumen pengembangan nilai sosialisasi pengetahuan dan lain sebagainya tetapi dia juga bisa dikapitalisasi menjadi ekonomi tanpa harus mengorbankan nilai," katanya.
Menurut dia Temanggung ini mempunyai potensi seni rakyat yang luar biasa. Tadi langsung terbersit bahwa Temanggung ini bisa menjadi satu-satunya icon untuk kesenian rakyat di Indonesia bahkan di dunia.
"Sayang potensi besar kalau tidak dikelola. Pak bupati sudah memulai lima tahun untuk mengelola ini, ibarat tanaman itu mulai tumbuh sayang kalau tidak terus dirawat, dijaga dikembangkan, setelah tumbuh jadi berbuah," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang siapkan penyelenggaraan karnaval Dugderan jelang Ramadhan
06 February 2026 19:33 WIB
Seribu pedagang siap ramaikan tradisi Pasar Dandangan Kudus sambut Ramadhan
06 February 2026 11:48 WIB
Penjas UMS Berbudaya: tradisi sebagai ruang kebersamaan dari permainan rakyat, lahirkan karakter bangsa
16 January 2026 19:23 WIB
PPMA se-Indonesia menghadiri tradisi buka luwur Sultan Raden Fattah Demak
03 December 2025 21:24 WIB
Tradisi Kirab Boyong Menoreh, napak tilas sejarah berdirinya Kabupaten Temanggung
09 November 2025 13:22 WIB
Mahasiswa UMS yang tergabung JIMM Solo Raya hidupkan kembali tradisi intelektual lewat diskusi pemikiran
17 October 2025 13:46 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB