Pemkab Batang surplus beras 18 ribu ton
Selasa, 31 Januari 2023 6:00 WIB
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki sedang mengamati kualitas beras di lumbung pangan di Gringsing, Senin (30/1/2023). (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan berdasar data 2021 produksi beras mencapai sekitar 90 ribu ton per tahun dengan tingkat konsumsi beras 72 ribu ton per tahun.
"Ini artinya, Kabupaten Batang mengalami surplus beras sekitar 18 ribu ton per tahun," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono di Batang, Senin.
Kendati demikian, kata dia, dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT-B) dan proyek jalan tol mengakibatkan aliran irigasi banyak yang rusak sehingga dikhawatirkan akan menurunkan produksi beras di daerah itu.
Ia mengatakan bahwa pemkab telah mengusulkan pada Kementerian Pertanian RI untuk melakukan perbaikan aliran irigasi yang berada di sekitar kawasan industri yang berada di Kecamatan Gringsing itu.
Selain itu, untuk menjaga ketahanan pangan di daerah setempat, kata dia, pemkab telah membangun tiga lumbung di 3 wilayah kecamatan yaitu Gringsing, Tersono, dan Kecamatan Blado.
"Pembangunan tiga lumbung pangan ini berasal pengadaan alokasi khusus sebesar Rp1 miliar per lumbung yang diperuntukkan jadi rumah penggilingan padi (rice mill), bed drayer, dan lumbung," katanya.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan dengan adanya lumbung pangan ini maka daerah ini akan mempunyai cadangan pangan yang sementara ditunda penjualannya untuk mencukupi kebutuhan makanan masyarakat.
"Dengan adanya cadangan pangan yang tersedia di lumbung pangan diharapkan tidak akan terjadi kekurangan pangan apalagi terjadinya kasus rawan pangan," katanya.
Selain itu, kata dia, pada daerah sentra produksi terutama padi dapat menyerap hasil produksi petani di wilayah sekitarnya sehingga stabilitas harga dan pasokan dapat terjaga.
"Adanya cadangan pangan ini, kami berharap jangan terjadi kekurangan bahan panganan yang di dalamnya ada fasilitas penggilingan beras, bed drayer, lantai jemur, dan lumbung," katanya.
"Ini artinya, Kabupaten Batang mengalami surplus beras sekitar 18 ribu ton per tahun," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono di Batang, Senin.
Kendati demikian, kata dia, dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT-B) dan proyek jalan tol mengakibatkan aliran irigasi banyak yang rusak sehingga dikhawatirkan akan menurunkan produksi beras di daerah itu.
Ia mengatakan bahwa pemkab telah mengusulkan pada Kementerian Pertanian RI untuk melakukan perbaikan aliran irigasi yang berada di sekitar kawasan industri yang berada di Kecamatan Gringsing itu.
Selain itu, untuk menjaga ketahanan pangan di daerah setempat, kata dia, pemkab telah membangun tiga lumbung di 3 wilayah kecamatan yaitu Gringsing, Tersono, dan Kecamatan Blado.
"Pembangunan tiga lumbung pangan ini berasal pengadaan alokasi khusus sebesar Rp1 miliar per lumbung yang diperuntukkan jadi rumah penggilingan padi (rice mill), bed drayer, dan lumbung," katanya.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan dengan adanya lumbung pangan ini maka daerah ini akan mempunyai cadangan pangan yang sementara ditunda penjualannya untuk mencukupi kebutuhan makanan masyarakat.
"Dengan adanya cadangan pangan yang tersedia di lumbung pangan diharapkan tidak akan terjadi kekurangan pangan apalagi terjadinya kasus rawan pangan," katanya.
Selain itu, kata dia, pada daerah sentra produksi terutama padi dapat menyerap hasil produksi petani di wilayah sekitarnya sehingga stabilitas harga dan pasokan dapat terjaga.
"Adanya cadangan pangan ini, kami berharap jangan terjadi kekurangan bahan panganan yang di dalamnya ada fasilitas penggilingan beras, bed drayer, lantai jemur, dan lumbung," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang sebut 12 kecamatan telah mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah
30 May 2026 12:49 WIB
Pemkab Batang intensifkan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban cegah PMK
25 May 2026 20:47 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BRI penyalur terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, realisasi capai Rp9,21 triliun
06 June 2026 19:46 WIB