
Aspikmas mendorong pelaku UMKM konveksi Banyumas perluas pasar

Purwokerto (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas) mendorong pelaku UMKM konveksi di daerah itu memperluas pasar dan tidak bergantung pada satu segmen usaha guna menjaga keberlanjutan bisnis.
Ketua Umum Aspikmas Pujianto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, mengatakan pelaku UMKM konveksi perlu memiliki lebih dari satu segmen pasar agar tetap mampu bertahan ketika terjadi perubahan kebijakan maupun penurunan permintaan pada sektor tertentu.
"Kalau hanya mengandalkan satu segmen, ketika terganggu oleh kebijakan atau kondisi pasar, pendapatan otomatis berkurang. Tetapi jika memiliki beberapa segmen pasar, pelaku usaha masih memiliki sumber pendapatan lain," katanya.
Menurut dia, menjelang tahun ajaran baru, konveksi yang menyasar pasar seragam sekolah umumnya mengalami peningkatan permintaan.
Akan tetapi, kata dia, peluang tersebut tidak dirasakan secara merata karena tidak semua pelaku usaha membidik segmen seragam sekolah.
“Persaingan pada pasar seragam sekolah juga cukup ketat karena sebagian sekolah telah bekerja sama dengan pemasok yang memiliki kemampuan menyediakan bahan maupun produk dalam jumlah besar,” katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, peluang usaha bagi pelaku konveksi lokal tetap terbuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari seragam maupun produk konveksi lainnya di luar jalur pengadaan sekolah.
Ia mengatakan berdasarkan data Aspikmas terdapat lebih dari 30 pelaku usaha yang tergabung dalam klaster konveksi di Banyumas.
Namun pihaknya belum memiliki data spesifik mengenai jumlah anggota yang fokus menggarap pasar seragam sekolah.
Selain persaingan usaha, kata dia, sektor konveksi juga menghadapi tantangan berupa daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat cenderung menggunakan kembali seragam yang masih layak pakai atau memanfaatkan seragam turunan dari anggota keluarga.
"Kalau kebutuhan yang mereka punya hari ini masih bisa digunakan, mereka cenderung memilih opsi itu terlebih dahulu daripada membeli yang baru," kata dia yang juga pelaku usaha konveksi kaos khas Banyumas.
Meskipun demikian, ia optimistis pelaku UMKM konveksi mampu bertahan menghadapi situasi tersebut karena selama ini telah menunjukkan daya tahan yang baik dalam berbagai periode krisis ekonomi.
Ia mengatakan kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca peluang pasar menjadi faktor penting agar usaha konveksi tetap berkembang di tengah perubahan kondisi ekonomi dan persaingan usaha yang semakin dinamis.
"UMKM sudah beberapa kali menghadapi fase krisis dan memiliki daya tahan yang cukup kuat. Yang penting pelaku usaha tetap kreatif, adaptif, dan memiliki alternatif solusi dalam mengembangkan usahanya," kata Pujianto.
Baca juga: Pemkab Banyumas jaga iklim investasi melalui penguatan sektor UMKM
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
