Bupati Boyolali tunggu evaluasi sebelum buka lima pasar hewan
Rabu, 29 Juni 2022 19:43 WIB
Sejumlah pedagang melakukan transaksi ternak sapi sebelum penutupan pasar untuk mencegah penyebaran PMK, di Pasar Hewan Jelok Cepogo Boyolali,Jateng, Kamis (26/5/2022). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Boyolali (ANTARA) - Bupati Boyolali, Jawa Tengah, M Said Hidayat mengatakan kebijakan membuka lima pasar hewan akan menunggu hasil evaluasi perkembangan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah itu.
"Kami akan membuka pasar hewan dengan pertimbangan hasil evaluasi atau melihat perkembangan terkini kasus PMK di Boyolali," kata Said di Boyolali, Jateng, Rabu.
Ada sebanyak lima pasar hewan di Kabupaten Boyolali yang ditutup yakni Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Kalioso di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo dan Pasar Hewan Ampel. Penutupan tahap ketiga mulai tanggal 21 Juni hingga 4 Juli mendatang, untuk mencegah penyebaran PMK.
Selain itu, kata Bupati, pihaknya juga melihat perkembangan bagaimana pola penanganan penyebaran PMK, sehingga ketika pasar hewan dibuka semua sudah kondisi aman dan nyaman.
"Kami tidak perlu tergesa-gesa tetapi rasa nyaman dan aman bagi pedagang, peternak, dan masyarakat lainnya yang diutamakan," kata Bupati.
Penutupan pasar hewan tahap ketiga masih dilakukan sambil menunggu penanganan wabah PMK dengan mengumpulkan tenaga kesehatan hewan antara lain veteriner Disnakan, paramedis, inseminator dan penyuluh nonmedik untuk melaksanakan vaksinasi di 22 wilayah kecamatan.
Boyolali tahap pertama mendapat bantuan vaksinasi sebanyak 1.900 dosis untuk 1.900 ekor sapi dengan prioritas jenis perah.
Hal tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam percepatan vaksinasi PMK yang akan dilakukan dan sudah dimulai dari Kecamatan Selo, Andong, dan kemudian Mojosongo.
Bupati mengatakan jika pasar hewan mulai dibuka maka harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya Dinas Perdagangan diminta menyiapkan kotak tempat cairan disinfektan sehingga ternak sebelum masuk pasar harus melalui kotak untuk mencuci kakinya agar steril dari PMK.
"Hal sama saat pandemi COVID-19, saya minta sediakan tempat cuci tangan, sedangkan PMK disediakan kotak tempat cuci kaki hewan ternak sapi. Hal ini, langkah pengamanan ketika hewan ternak masuk pasar steril PMK," kata Bupati.
Pihaknya akan evaluasi kondisi perkembangan penyebaran PMK, juga melihat perkembangan wilayah tetangga kabupaten di perbatasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan pada kegiatan vaksinasi PMK telah menurunkan tim efektif sebanyak 155 orang.
Sementara itu, kasus PMK di Boyolali per tanggal 26 Juni 2022, ternak sapi yang mengalami suspect ada 3.748 ekor, positif 32 ekor, mati karena PMK 30 ekor, sapi yang dipotong paksa enam ekor, dan sembuh dari PMK 753 ekor.
"Kami akan membuka pasar hewan dengan pertimbangan hasil evaluasi atau melihat perkembangan terkini kasus PMK di Boyolali," kata Said di Boyolali, Jateng, Rabu.
Ada sebanyak lima pasar hewan di Kabupaten Boyolali yang ditutup yakni Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Kalioso di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo dan Pasar Hewan Ampel. Penutupan tahap ketiga mulai tanggal 21 Juni hingga 4 Juli mendatang, untuk mencegah penyebaran PMK.
Selain itu, kata Bupati, pihaknya juga melihat perkembangan bagaimana pola penanganan penyebaran PMK, sehingga ketika pasar hewan dibuka semua sudah kondisi aman dan nyaman.
"Kami tidak perlu tergesa-gesa tetapi rasa nyaman dan aman bagi pedagang, peternak, dan masyarakat lainnya yang diutamakan," kata Bupati.
Penutupan pasar hewan tahap ketiga masih dilakukan sambil menunggu penanganan wabah PMK dengan mengumpulkan tenaga kesehatan hewan antara lain veteriner Disnakan, paramedis, inseminator dan penyuluh nonmedik untuk melaksanakan vaksinasi di 22 wilayah kecamatan.
Boyolali tahap pertama mendapat bantuan vaksinasi sebanyak 1.900 dosis untuk 1.900 ekor sapi dengan prioritas jenis perah.
Hal tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam percepatan vaksinasi PMK yang akan dilakukan dan sudah dimulai dari Kecamatan Selo, Andong, dan kemudian Mojosongo.
Bupati mengatakan jika pasar hewan mulai dibuka maka harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya Dinas Perdagangan diminta menyiapkan kotak tempat cairan disinfektan sehingga ternak sebelum masuk pasar harus melalui kotak untuk mencuci kakinya agar steril dari PMK.
"Hal sama saat pandemi COVID-19, saya minta sediakan tempat cuci tangan, sedangkan PMK disediakan kotak tempat cuci kaki hewan ternak sapi. Hal ini, langkah pengamanan ketika hewan ternak masuk pasar steril PMK," kata Bupati.
Pihaknya akan evaluasi kondisi perkembangan penyebaran PMK, juga melihat perkembangan wilayah tetangga kabupaten di perbatasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan pada kegiatan vaksinasi PMK telah menurunkan tim efektif sebanyak 155 orang.
Sementara itu, kasus PMK di Boyolali per tanggal 26 Juni 2022, ternak sapi yang mengalami suspect ada 3.748 ekor, positif 32 ekor, mati karena PMK 30 ekor, sapi yang dipotong paksa enam ekor, dan sembuh dari PMK 753 ekor.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB