Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 diyakni tidak berbahaya
Selasa, 14 Juni 2022 12:56 WIB
Ilustrasi - Jarum suntik medis dan dua botol terlihat di depan teks Omicron COVID-19 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar /SOPA Images via Reuters/Sipa USA)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Budiman mengatakan bahwa varian terbaru COVID-19, yakni Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, tidak berbahaya sehingga masyarakat tidak perlu panik dan takut.
Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan lain, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tetap memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menanggapi situasi peningkatan kasus COVID-19 sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam merespons peningkatan kasus yang mungkin terjadi ke depannya.
Kesiapan tersebut meliputi alat-alat kesehatan, obat-obatan, oksigen, alat perlindungan diri atau APD, serta ketersediaan tempat tidur sebanyak 3.801 unit.
Selain itu, RSDC Wisma Atlet juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.
Oleh karena itu, terkait ketersediaan SDM, RSDC Wisma Atlet berkoordinasi dengan seluruh jajaran pentahelix, seperti emerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat atau komunitas, serta media.
"Koordinasi yang sangat bagus di antara pentahelix. Jadi kami juga saling percaya dan saling mengontrol, akuntabel dan auditable, bahwa semua aset kami adalah titipan dari rakyat," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapuskes TNI sebut Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbahaya
Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan lain, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tetap memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menanggapi situasi peningkatan kasus COVID-19 sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam merespons peningkatan kasus yang mungkin terjadi ke depannya.
Kesiapan tersebut meliputi alat-alat kesehatan, obat-obatan, oksigen, alat perlindungan diri atau APD, serta ketersediaan tempat tidur sebanyak 3.801 unit.
Selain itu, RSDC Wisma Atlet juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.
Oleh karena itu, terkait ketersediaan SDM, RSDC Wisma Atlet berkoordinasi dengan seluruh jajaran pentahelix, seperti emerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat atau komunitas, serta media.
"Koordinasi yang sangat bagus di antara pentahelix. Jadi kami juga saling percaya dan saling mengontrol, akuntabel dan auditable, bahwa semua aset kami adalah titipan dari rakyat," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapuskes TNI sebut Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbahaya
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekolah Vokasi Undip luncurkan teaching factory terbaru saat Dies Natalies ke-9
19 November 2025 13:18 WIB
Pasar mobil listrik nasional melejit, GIIAS Semarang pamerkan model EV terbaru
28 September 2025 13:42 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB