Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Budiman mengatakan bahwa varian terbaru COVID-19, yakni Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, tidak berbahaya sehingga masyarakat tidak perlu panik dan takut.

Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan lain, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tetap memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menanggapi situasi peningkatan kasus COVID-19 sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam merespons peningkatan kasus yang mungkin terjadi ke depannya.

Kesiapan tersebut meliputi alat-alat kesehatan, obat-obatan, oksigen, alat perlindungan diri atau APD, serta ketersediaan tempat tidur sebanyak 3.801 unit.

Selain itu, RSDC Wisma Atlet juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.


Oleh karena itu, terkait ketersediaan SDM, RSDC Wisma Atlet berkoordinasi dengan seluruh jajaran pentahelix, seperti emerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat atau komunitas, serta media.

"Koordinasi yang sangat bagus di antara pentahelix. Jadi kami juga saling percaya dan saling mengontrol, akuntabel dan auditable, bahwa semua aset kami adalah titipan dari rakyat," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapuskes TNI sebut Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbahaya

Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024