Warga Solo jadi sasaran pengulangan vaksinasi
Rabu, 23 Februari 2022 21:45 WIB
Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta melakukan pendataan warga yang menjadi sasaran pengulangan vaksinasi agar antibodi mereka bertahan secara optimal dalam memberikan perlindungan dari risiko infeksi COVID-19.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Rabu, mengatakan saat ini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta tengah melakukan pendataan.
Untuk sasaran "drop out" (pengulangan vaksinasi) yang dimaksud adalah masyarakat yang belum memperoleh dosis kedua lebih dari enam bulan sejak suntikan dosis pertama. Pada program tersebut, artinya setiap sasaran akan memperoleh pengulangan vaksinasi dosis pertama.
"Jadi nanti yang 'drop out' kami ulang, dosis satu sama dosis dua," katanya.
Ia mengatakan upaya tersebut merupakan instruksi pemerintah pusat.
Meski demikian, ia akan melihat secara detail aturan terlebih dahulu.
Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan hingga saat ini pendataan masih sulit dilakukan karena sistem data masih belum mendukung.
"Sejauh ini untuk pendataan vaksinasi menggunakan dasbor data dari Kementerian Kesehatan. Jadi ada kasus dia vaksinasi dosis pertama di Solo, kedua di daerah lain. Atau sebaliknya, vaksinasi dosis keduanya di Solo tapi untuk dosis pertamanya di daerah lain," katanya.
Oleh karena itu, belum tentu yang bersangkutan belum divaksinasi komplet.
"Karena datanya by (melalui) faskes dan belum terintegrasi di dasbor. Jadi ini masih sulit, makanya kami data dulu," katanya.
Baca juga: Kodim Wonosobo vaksinasi COVID-19 untuk perangkat desa
Baca juga: IDAI ingatkan bahaya Omicron pada anak
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Rabu, mengatakan saat ini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta tengah melakukan pendataan.
Untuk sasaran "drop out" (pengulangan vaksinasi) yang dimaksud adalah masyarakat yang belum memperoleh dosis kedua lebih dari enam bulan sejak suntikan dosis pertama. Pada program tersebut, artinya setiap sasaran akan memperoleh pengulangan vaksinasi dosis pertama.
"Jadi nanti yang 'drop out' kami ulang, dosis satu sama dosis dua," katanya.
Ia mengatakan upaya tersebut merupakan instruksi pemerintah pusat.
Meski demikian, ia akan melihat secara detail aturan terlebih dahulu.
Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan hingga saat ini pendataan masih sulit dilakukan karena sistem data masih belum mendukung.
"Sejauh ini untuk pendataan vaksinasi menggunakan dasbor data dari Kementerian Kesehatan. Jadi ada kasus dia vaksinasi dosis pertama di Solo, kedua di daerah lain. Atau sebaliknya, vaksinasi dosis keduanya di Solo tapi untuk dosis pertamanya di daerah lain," katanya.
Oleh karena itu, belum tentu yang bersangkutan belum divaksinasi komplet.
"Karena datanya by (melalui) faskes dan belum terintegrasi di dasbor. Jadi ini masih sulit, makanya kami data dulu," katanya.
Baca juga: Kodim Wonosobo vaksinasi COVID-19 untuk perangkat desa
Baca juga: IDAI ingatkan bahaya Omicron pada anak
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terapkan Zero Drop Out, Pemkab Pekalongan luncurkan aplikasi Kajen Rodo
14 October 2019 17:51 WIB, 2019
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB