Dalang muda perlu adaptasi agar tetap bisa gelar pertunjukan wayang
Senin, 29 November 2021 15:14 WIB
Dalang muda Gibran Papadimitriou mementaskan lakon wayang kulit "Nakula Sadewa Murca" di Museum Wayang, Jakarta, Sabtu (9/11/2019). Pagelaran wayang kulit tersebut dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Semarang (ANTARA) - Dalang muda perlu menyesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini agar mereka tetap bisa menggelar pentas wayang kulit dan karyanya diterima masyarakat luas.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin, menyatakan potensi yang dimiliki para dalang muda untuk mengembangkan kesenian wayang sangat besar namun untuk mewujudkannya butuh adaptasi dengan kondisi saat ini.
Salah satu upaya mementaskan wayang secara virtual seperti yang dilakukan budayawan Sujiwo Tedjo, misalnya, menurut Rerie, bisa dicoba sebagai salah satu solusi.
Selain itu, ujar anggota DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, upaya menyesuaikan durasi pertunjukan wayang dengan waktu tayangan di televisi juga bisa dilakukan.
Ia mengakui saat ini seniman termasuk para dalang tengah menghadapi situasi sulit akibat pandemi yang membatasi mobilitas dan kerumunan manusia.
Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan bantuan untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan eksplorasi berbagai potensi pegiat kesenian agar mampu menghadirkan solusi sehingga tetap produktif di masa pandemi ini.
"Para penggiat seni wayang di masa pandemi ini memang menghadapi situasi seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi untuk bertahan hidup harus menggelar pertunjukan, di sisi lain pandemi membutuh pembatasan kegiatan," katanya saat berbincang dengan Perkumpulan Dalang Remaja Surakarta (Darma Suta), Minggu (28/11).
Karena itu, ujar Lestari, dibutuhkan bantuan pemikiran dari berbagai pihak agar para pegiat kesenian, seperti para dalang mendapatkan solusi untuk menghadapi kondisi pandemi ini.
Pembina Darma Suta, Ki Warseno Slank, berpendapat pertunjukan wayang sebagai sarana penyampai pesan kepada masyarakat memerlukan dorongan kreativitas yang memadai agar mampu membangun konten atau tokoh yang disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.
Ketua Darma Suta, Ki Amar Pradopo Zedha Beviantyo, menilai dalang muda memerlukan pembinaan agar dapat mengembangkan potensi diri.
Diakuinya, di masa pandemi dalang kesulitan memperoleh izin untuk dapat mementaskan wayang di hadapan masyarakat.
Jurnalis senior Saur Hutabarat yang hadir dalam bincang-bincang tersebut menyarankan agar para dalang muda menyesuaikan gaya pertunjukan wayangnya dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, ujar Saur, pesan-pesan moral maupun politik kepada masyarakat dapat disampaikan dengan efektif lewat penggunaan bahasa nasional agar mudah dipahami masyarakat luas.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin, menyatakan potensi yang dimiliki para dalang muda untuk mengembangkan kesenian wayang sangat besar namun untuk mewujudkannya butuh adaptasi dengan kondisi saat ini.
Salah satu upaya mementaskan wayang secara virtual seperti yang dilakukan budayawan Sujiwo Tedjo, misalnya, menurut Rerie, bisa dicoba sebagai salah satu solusi.
Selain itu, ujar anggota DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, upaya menyesuaikan durasi pertunjukan wayang dengan waktu tayangan di televisi juga bisa dilakukan.
Ia mengakui saat ini seniman termasuk para dalang tengah menghadapi situasi sulit akibat pandemi yang membatasi mobilitas dan kerumunan manusia.
Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan bantuan untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan eksplorasi berbagai potensi pegiat kesenian agar mampu menghadirkan solusi sehingga tetap produktif di masa pandemi ini.
"Para penggiat seni wayang di masa pandemi ini memang menghadapi situasi seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi untuk bertahan hidup harus menggelar pertunjukan, di sisi lain pandemi membutuh pembatasan kegiatan," katanya saat berbincang dengan Perkumpulan Dalang Remaja Surakarta (Darma Suta), Minggu (28/11).
Karena itu, ujar Lestari, dibutuhkan bantuan pemikiran dari berbagai pihak agar para pegiat kesenian, seperti para dalang mendapatkan solusi untuk menghadapi kondisi pandemi ini.
Pembina Darma Suta, Ki Warseno Slank, berpendapat pertunjukan wayang sebagai sarana penyampai pesan kepada masyarakat memerlukan dorongan kreativitas yang memadai agar mampu membangun konten atau tokoh yang disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dapat dinikmati masyarakat luas.
Ketua Darma Suta, Ki Amar Pradopo Zedha Beviantyo, menilai dalang muda memerlukan pembinaan agar dapat mengembangkan potensi diri.
Diakuinya, di masa pandemi dalang kesulitan memperoleh izin untuk dapat mementaskan wayang di hadapan masyarakat.
Jurnalis senior Saur Hutabarat yang hadir dalam bincang-bincang tersebut menyarankan agar para dalang muda menyesuaikan gaya pertunjukan wayangnya dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, ujar Saur, pesan-pesan moral maupun politik kepada masyarakat dapat disampaikan dengan efektif lewat penggunaan bahasa nasional agar mudah dipahami masyarakat luas.
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhammad Hatta sebut pilar kebangsaan jadi semangat anak muda bangun bangsa
25 December 2025 9:16 WIB
Mahasiswa UMS bangun kesadaran diri pada generasi muda melalui Kampanye Attachment Style
21 December 2025 17:09 WIB
Anggota Komisi VII DPR ajak generasi muda kuasai bisnis digital dan ekonomi kreatif
20 December 2025 19:44 WIB
Rais Aam PBNU resmikan Markaz Turats Ulama Kudus simpan karya ulama agar dikenali generasi muda
16 December 2025 22:06 WIB
"Jasindo Goes to Campus" mengajak generasi muda menyiapkan resolusi finansial
13 December 2025 5:25 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak generasi muda buat konten kreatif berbasis budaya
10 December 2025 14:29 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto dinobatkan sebagai Bapaknya Wayang Kabupaten Karanganyar
13 November 2025 15:48 WIB